Honda New Mega Pro (2)


riden03

Baik … artikel sebelumnya kita sama-sama sudah ‘melototin’ penampilan baru Mega Pro. Berikut saya lanjutkan dengan hasil test ride Honda New Mega Pro. Perlu diketahui bahwa medan tes belum mencerminkan kebutuhan analisa yang lebih detil. Lintasan yang dibuat ala sirkuit oleh AHM di Kawasan Bisnis Sudirman (SCBD) berisi jalur aspal mulus plus trek lurus terowongan SCBD. Tes yang dihasilkan masih berkutat soal impresi saat ber akselerasi dan bukan model stop n go. Yuk riding … !

riden06

Start awal ada di resto Sari Kuring SCBD, 5 motor siap bergerak 3 lap mengikuti petunjuk grup leader bro Tedy (AHM). Saya memilih warna ‘brave black’ versi CW nan mulus. Duduk di jok NMP segitiga berkendara tampak nyaman, lebar stang menurut saya cukup sempit tapi tidak mengurangi efektifitas gerakan tangan yang ideal (sudut terbuka). Ergonomi pas dengan tubuh test rider yang 167cm-an. Kaki dapat menjejak tanah secara sempurna. Ayunan terbilang ringan, ke kanan dan ke kiri. Di versi CW ini sudah dilengkapi cakram depan-belakang plus tentunya adjustable monoshock. Di shock inilah bisa di stel tingkat HARD dan SOFT, silakan atur sesuai kebutuhan.

Putar kunci … brummm, suara tampak halus, bisa dimaklumi karena ini motor gres. Deru mesin dan suara knalpot terdengar ramah di telinga. Tapi mana ‘engine cut off’ nya ya?. Pemangkasan biaya barangkali, tapi ah masa segitunya🙂 … Oke saya siap jalan. Dalam road test singkat ini saya dilengkapi jaket AHRS airtech, sarung tangan Daytona, knee protector AHRS plus helm merah ciamik dari INK bertuliskan Honda di bagian belakang. Yah .. niy helm kudu di modif ganti tulisan KLX kalau mau di buat harian … hihihi ……….. sementara di simpan dulu aja deh helm nya. Let’s ride.

riden02

4 blogger plus 1 rekan AHM siap meluncur. Pesan-pesan Safe Riding dari bro Agung (AHM) menyertai di sesi brief awal. Semua dibebaskan geber gas tentunya dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan selama perjalanan. Rute berputar mengelilingi seluruh ruas jalan SCBD.

riden01

Hentakan terasa responsif di gigi 1 dan motor meluncur mulus. Akselerasi terasa pas dengan kebutuhan perkotaan. Slalom singkat di tengah jalan saya lakukan untuk melihat seringan apa ayunan handle bar, hasilnya sangat baik. Dengan sudut yang tidak terlampau lebar maka NMP enak di ajak ber manuver. Geber sampai gigi teratas serasa tenaga tidak drop. Puncaknya saat ada di lintasan depan showroom Ducati menuju terowongan panjang SCBD. Lap pertama hanya bergerak di angka 80-90 km/jam sebagai angka puncak, maklum saya ingin tahu dulu pelan-pelan. Begitu masuk lap 3 geberan gas mampu mengail angka kecepatan puncak 105 km/jam, maklum jaraknya terbilang singkat kurang dari 1 km trek lurus dan langsung bertemu tikungan ke kanan. Rekan blogger lain mengakui dia sempat mencapai kecepatan 115 km/jam.

Saat menikung juga cukup baik dengan kawalan ban profil 80 di depan dan 100 di belakang, ring yang dipakai adalah 17. Semua gaya coba dilakukan mulai dari counter steer hingga counter weight. Hasil nya semua berakhir baik termasuk braking cepat (squeeze) sampai braking lambat (threshold). Lap yang direncanakan hanya 3 justru berjalan 4 lap, bro Tedy tampak keasikan mengawal kami ber-4. Para pejalan kaki dan orang-orang yang kebetulan ada di sekitar SCBD pun sontak seperti mendapatkan pemandangan ‘balapan’ dadakan. Syukurlah yang terjadi masih dalam batas normal pada kaidah ‘Safety’.

Photobucket

Finish kembali di Sari Puring dengan mendapatkan kesan yang positif pada performa NMP ini. Sekali lagi ini tes ini belum mencerminkan situasi riil karena masih berkutat pada tes akselerasi saja. Mungkin di lain kesempatan saya bisa mencoba nya lagi.

Banderol yang di pasang di angka 19 juta dengan kekuatan 95 % part lokal seakan meng intimidasi keberadaan Tiger yang di banderol di atas nya. Dengan 19 juta maka kita bisa mendapatkan teknologi digital, adjustable monoshock, double cakram dengan desain yang baik. Untuk kebutuhan harian di perkotaan NMP bisa jadi pegangan yang mantap bagi para rider yang ingin memperbaharui tunggangannya. Jangan salah pilih. Tes saja dulu. Thanks AHM.

riden05

riden04

11 thoughts on “Honda New Mega Pro (2)

  1. pertamax.
    mantap,makin pengen aja ma megi.tampang bagus,ga terlalu radikal jd bisa dipake smua kalangan,apalagi rear diskbrakenya yg perawatannya mudah.

  2. sepertinya Ahm lebih terlihat segala kesiapanya dalam test ride Nmp ini,terlihat dr lebih banyaknya rekan Koboi yg di undang serta ketersediaan unit motor dummy yg memperlihatkan dalemanya
    *koreksisayajikasayasalah*

    1. @ anddeep … yup bro .. sekarang mereka lebih terbuka kepada siapa saja ..🙂
      @ cbr250r … meluncur bro ….

  3. saya pemakai NMP nieh, memang bner klo motor sporty ini terasa nyaman, apalgi buat ngampus, karena dipalembang tidak macet, jadi saya lbih ska santai, hihihi

  4. BOSSS… untuk NMP… ane beri penilaian:
    1. Entu motor dari depa Cuakep..
    2. Tampak samping Kiri Guagah
    3. Blakang siip…
    4. Samping kanan.. eh.. napa remnya masih kaya mtr bebek yah..? ngak sporti.. kejedok trotoar… nyangkut tuh ama step .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s