Ke Benteng Rotterdam Makassar


image

image

image

Benteng Rotterdam adalah persinggahan berikutnya. Disini saya tidak akan bercerita sejarah karena penjelasannya bisa di liat pada lampiran foto. Jarak benteng ini tidak jauh dari Coto Nusantara. Kokohnya benteng yang dari atas berbentuk seperti penyu ini tampak jelas dari depan. Yuk masuk…

Harga tiket cukup memberikan ala kadarnya, saya memberi 5000 sekaligus mengisi buku tamu. Di benteng ini selain bangunan tua juga menjadi lahan perkantoran dinas pariwisata setempat. Pengunjung pagi lebih banyak didatangi oleh para siswa kelas menengah.

Di sisi kiri gerbang masuk terdapat museum dua lantai berisi peninggalan Indonesia, khususnya dari tanah Sulawesi. Pengunjung dpt melihat juga pakaian adat, senjata hingga set up kamar tidur tempo dulu.. Saat petugas di pintu keluar memberikan buku pesan saya cukup menulis dengan kesan Spooky, yup menyeramkan sekaligus membuat kita lebih tau Sulawesi.

Oiya, akses ke museum pengunjung harus membayar lagi 3000. Cukup murah kan.

Keluar museum pengunjung ditawarkan etalase pernak-pernik aksesori dengan nuansa Sulawesi. Banderol harga ber variasi mulai dari harga 5000.

Museum di pinggir laut ini memang menjadi bukti sejarah kepahlawanan rakyat Indonesia, meski nama bentengnya lebih dikenal dengan nama Fort Rotterdam daripada nama aslinya -cek foto-.

Yup, itulah persinggahan kedua. Dari nuansa kejayaan tempo dulu saya bergerak ke Trans Studio Makassar yang ber nuansa modern. Biaya taxi cukup 21000 dengan menggunakan argo.

Galeri saya sertakan secukupnya untuk selanjutnya saya compile di  blog post yang lain.

Advertisements

About this entry