We Drive Like Zombies?


 photo zombies02_zpshypxkinc.jpg

“Hell nooo …..”, teriak kawan saat saya mengeluhkan prilaku kebanyakan pengemudi di jalan. Gak mobil. Gak motor. So kenapa saya dengan lantang bisa teriak “We Drive Like Zombies” ?

Jangan tolak mentah-mentah dulu pendapat ini. Mari coba merenung. Melihat kembali apa iya prilaku pengemudi di jalan sekarang ini sudah seperti zombie. Lalu mahluk apa pula itu ZOMBIE?

Spekulasi berbicara bahwa kata ZOMBIE berasal dari bahasa-bahasa Afrika Barat yang kurang lebih artinya jiwa yang hidup kembali. Bahasa Indonesia dengan mudah mengambil pemahaman ‘mayat hidup’. Mengerikan. Lalu seperti apa prilaku zombie ? Prilaku-nya tidak jelas, selalu lapar, disorientasi keras dan tidak berakal. Jalan pun jalan terus tidak peduli ada apa di kanan dan kiri.

Hhhmm …. seperti prilaku pemotor donk. Tidak juga. Pengemudi mobil bisa tampak demikian. Bergerak tak beraturan, emoh taat peraturan, kanan-kiri tidak menoleh, yang terjadi insiden nyaris selalu tak terhindarkan. Prestasi Indonesia kemudian ditorehkan di tahun 2015 dengan menduduki 3 besar Asia dalam penyumbang korban kecelakaan di bawah Tiongkok dan India. Super sekali …

Zombie.
Pengguna jalan Indonesia.
Kecelakaan.

 photo We Drive Like Zombies_small_zpszgu0rimd.jpg

Perhatikan cara berikut agar kamu tidak lantas disebut zombie :
– Perhatikan jalan dan lingkungan sekitar kendaraan dengan selalu memonitor kaca spion dan pergerakan kepala, jangan cuek!,
– Waspada dan sigap membaca situasi yang tertangkap mata dan beri jarak pandang yang leluasa,
– Patuhi rambu hingga marka jalan agar selalu dapat mengurangi risiko celaka di jalan,
– Gerakan kendaraan harus teratur dan prosedural seperti mengurangi kecepatan dan pengecekan kaca spion saat hendak masuk ke persimpangan,
– Jika lelah jangan paksakan mengemudi atau bakalan bisa jadi zombie.

So …
You don’t want to be a zombie right? (AB for WideUp! Passionate Peoples Portal)

Advertisements

About this entry