Kualitas Pengemudi Ngawur, Salah Siapa?


gojekers photo gojek_02_zpszvlrspgs.jpg

GoJek. Brand-nya kini sudah melekat kemana-mana bahkan istilah ojek online pun disematkan nama GoJek, seperti air mineral Vit yang tetap disebut Aqua. Hari ini cuaca di lapangan tampak bersahabat, sejuk, awan menggantung menyaring panas terik yang sesekali muncul dari balik awan yang bergeser. Rimbun hijau sekeliling lapangan jelas bikin betah. Hijau yang tak datang hanya dari pohon dan daun tapi juga dari jaket para pengemudi GoJek yang setiap harinya datang untuk berlatih bersama kami dari Rifat Drive Labs.

Berlatih. Berbagi. Saya jadi ingat sebuah artikel bernada menggerutu yang datang dari orang yang punya label (sama-sama) Instruktur. Tatanan bahasa yang entah datang dari mana diterjemahkan lebih provokatif oleh salah satu media. Tidak salah, namanya juga ber-opini. Beliau – sang Instruktur – senior menyebut prilaku driver ojek online yang masih belum baik ketika tampil di jalanan. Alih-alih memberi masukan positif yang datang justru nyinyirisme menunjuk hidung para instruktur ojek online yang dianggap ga becus bekerja.  Tet tot … ya ya ya …hanya bisa urut dada, seperti biasa.

 photo gojek_03_zpsfvvulcgr.jpg

Ojek online masih ngawur di jalan, salahkan Instruktur-nya. Hmmm …sedikit bermain analogi, berarti jika masih banyak pelanggaran lalin oleh masyarakat umum maka salahkanlah Polisi-nya, jika masih banyak tawuran antar sekolah maka salahkanlah guru-guru-nya. Padahal jika ingin berkaca dan meredam komentar sedikit saja banyak aspek yang harus ditanggulangi jika ingin membentuk personifikasi yang baik, dalam hal ini untuk menjadi pengendara yang baik.

Sistem di Indonesia kadung susah dirubah jika harus merunut kesalahan demi kesalahan. Kualitas mengemudi ya bisa dilihat dimana saja, mulai dari yang kasat mata hingga paparan aksi viral di media sosial. Lucu. Menggemaskan. Pun menyedihkan.

 photo gojek_01_zpsmxlaphws.jpg

Kita bisa apa? Lakukan apa yang kamu bisa, apa yang kamu kuasai. Kembali ke soal pembentukan karakter pengemudi yang baik di kalangan ojek online, ini masalah yang tidak bisa selesai dalam satu hari. Patut di ingat bahwa training hanya bersifat investasi, dibutuhkan peserta yang baik untuk menyerap ilmu yang maksimal. Anda datang ke seminar ‘cara jadi kaya’ lantas tak akan jadi kaya ke esokan harinya bukan?

Kasian sekali si Instruktur senior tadi … *kasilapingus

Advertisements

About this entry