Berkendara di Utara Timor


 photo Timor_TanahAirBeta_zpsa4a41b7c.jpg

(SUMBER ARTIKEL) Rasanya tak rela gas ini saya urut dalam-dalam. Saya memilih berkendara pelan, lanskap ini tak boleh saya tinggalkan begitu saja di belakang. Sebuah lanskap yang sebenarnya gersang, warna coklat mendominasi perbukitan. Batu-batu hitam besar tampak berserakan di punggung bukit hingga tepi jalan, batu-batu yang sepertinya merupakan bekas dari muntahan gunung berapi.

Jarak antar rumah tampak berjauhan, hewan-hewan ternak lepas liar tanpa pengawalan kecuali saat ternak-ternak itu dipulangkan ke kandang saat sore. Saya tengah mengagumi sebuah jalur eksotis di punggung utara pulau Timor, salah satu ruas jalannya bahkan telah ditangkap kamera untuk menjadi bagian dari sebuah film berjudul TANAH AIR BETA yang dirilis tahun 2010 lalu.

 photo KefakeAtambua_zpsa78fceea.jpg

Jika ingin melihat garis jalur yang saya maksud maka bukalah peta jalan Google dan pasang rute dari Kupang menuju Atambua. Ada dua pilihan jalur disana, satu melalui jalur konvensional dan ramai sekaligus menjadi jalur utama sementara satu lagi mengiris bagian utara pulau Timor. Perpecahan jalur itu ada di kota Kefamenanu. Jika ragu maka tanyalah penduduk sekitar untuk mendapatkan jaur menuju desa Wini, desa yang juga menjadi desa perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste. Jangan salah karena Timor Leste punya dua pintu perbatasan dan pintu desa Wini menjadi akses ke tanah Timor Leste yang punya teritori lebih kecil. Yang besar dan utama ada di pintu perbatasan Mota’ain, sekitar 30 kilometer dari kota Atambua.

 photo Timor01_zpsa9e6fc55.jpg

 photo Timor02_zps32171bf0.jpg

Jalur Kupang – Kefamenanu menuju Atambua via Wini praktis menggoda pejalan dengan nuansa yang berbeda. Saya belum pernah ke Afrika tapi tampaknya jalur ini lebih dekat dengan nuansa Afrika yang sering saya lihat di kanal National Geographic. Tanah yang tandus, bukit-bukit coklat, laut biru tua di tepi kiri serta gembala dan ternak yang hilir mudik seolah menjadi pemilik jalan menjadi pemandangan yang tak akan habis ditangkap lensa kamera.

 photo Timor03_zps47ffb3f8.jpg

 photo Timor04_zps97a3b294.jpg

Tak jauh dari desa Wini dan perbatasan saya langsung berhadapan dengan pantai Makassar yang konon jika beruntung dapat melihat punuk ikan paus yang sedang menepi mencari mangsa ikan-ikan kecil di tepian. Jalur jalan sudah memiliki aspal yang sangat baik tanpa perlu takut bertemu dengan jalur keras berbatu. Gas kendaraan bisa anda putar dalam-dalam tapi rasanya lebih bijak berkendara pelan sembari menikmati panorama yang ditawarkan. Berkendara pelan juga akan menghindarkan kita dari potensi menabrak hewan-hewan ternak yang bisa menyeberang tanpa komando.

 photo Timor05_zps09ba6769.jpg

Ah rasanya ingin cepat kesana lagi menikmati sumber air di tengah oase, melihat dekat senyum-senyum gadis kecil dan lambaian selamat datang dari penduduk setiap kali kendaraan saya melintas. Indonesia Timur sangat indah kawan.

Event : VIAR Jelajah Indonesia Etape 2 (Jakarta-Atambua-Jakarta)

One thought on “Berkendara di Utara Timor

  1. Mantaaab Om

    Aslinya org mana Om dan tinggal dmn?

    Klo sekarang di Sumbawa dan tiap bulan pasti ke Kupang makanya tau jalurnya Om yg ini

    Need help nih Om, aq lg mau coba main2 Trail

    Boleh minta contact person nya ya Om

    Mkasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s