(Motomaxx) Mengunjungi Produsen Hammock dan Kopdar the Moto Quest


 photo DSC03271_zps353c1ace.jpg

Pernah dengar istilah ‘hammock’? Secara sederhana ‘hammock’ adalah kain ayun atau tempat tidur gantung yang penempatannya diletakkan di dua buah tiang yang saling menopang kekuatan. Sedikit berbalik ke belakang, penggunaan tempat tidur gantung ini bahkan sudah dikenal sejak jaman Maya. Dulu digunakan sebagai tempat tidur di hutan dan di posisikan menggantung agar bisa menjauhi bahaya hewan darat yang liar, sebagai tambahannya mereka kerap menambahnya dengan api unggun kecil, selain untuk mengusir hewan hawanya bisa membuat tubuh lebih nyaman saat malam tiba.

Zaman makin maju, makin modern. Dalam perjalanan ini saya membawa paket ‘parachute hammock’ keluaran TICKET TO THE MOON (www.ticketothemoon.com) . Dengan jenis parasut penerjun payung, tipikal ‘hammock’ ini menjanjikan kenyamanan karena mampu menggendong beban hingga 200 kilogram.

Menatap tepian danau, jauh di tengah arus tampak tenang, hiasan bukit berada di sekeliling mata memandang. Danau Buyan menjadi tempat indah untuk beristirahat, tampak di kejauhan beberapa anak tengah memanggang ikan-ikan kecil yang mereka bawa dari pasar lokal, satu keluarga juga tampak sedang mendirikan sebuah tenda keluarga. Saya, berayun tenang sambil menatap langit yang tengah cerah, ‘hammock’ jadi semacam hunian alternatif saat tenda sulit dibawa.

Ada yang menarik dari produk Ticket to the Moon (TTTM) ini, produknya adalah hasil racikan pria Prancis bernama Charly yang juga seorang ‘backpacker’. Charly yang  berkelana keliling dunia memanfaatkan perjalanannya untuk melakukan riset pembuatan ‘hammock’ dari jenis parasut. Lama berkeliling akhirnya Indonesia menjadi tempat ditemukannya bahan yang cocok, tentunya juga dengan biaya produksi yang terjangkau.

 photo TTTM_Bali_zpsddcfc8c2.jpg

Kini sentra produksi ‘hammock’ bertempat tak jauh dari pantai Kuta, saya sempat melakukan ‘factory visit’ dan berbincang cukup lama dengan Jean yang tengah santai bekerja memantau produksi. Produk TTTM kini sudah menjadi produk ‘hammock’ unggulan di pasar Eropa. Tak puas hanya memproduksi alat tidur gantung, TTTM secara intensif kini juga menjadi penyokong hidup sebuah desa alami di barat pulau Sumba, tepatnya desa Kodi di Sumba Barat Daya yang memiliki pantai eksotis bernama pantai Mandorak.

BALI SANGAT INDAH
Tak hanya soal pemandangan, Bali juga memiliki eksotisme tersendiri dalam menawan para pelancongnya untuk tinggal lebih lama di pulau yang akrab disebut pulau Dewata ini. Saya pun begitu, hitungan hari terpapar keindahan panorama, keakraban masyarakatnya, sensasi kuliner hingga hawa budaya yang demikian berbeda dari pulau-pulau lain di Indonesia, magis.

Perjalanan demi perjalanan saya lakukan di pulau ini, setiap jengkal kilometer amat saya nikmati nuansanya. Suzuki Inazuma bertahan dan mampu melahap setiap tikungan secara fantastis. Yang agak sedikit merepotkan adalah terbatasnya masa aktif ponsel pintar yang jadi andalan saya dalam menangkap momen ala ‘phonetography’. Merepotkan tapi bukan jadi masalah karena kantung tas tangki 7Gear yang saya membawa memyimpan satu unit powerbank Hippo tipe Outlander X. Karakternya mampu mengisi tiga alat secara bersamaan karena memiliki tiga output, kekuatannya mencapai 9000 MaH, cukup besar dan sangat bisa diandalkan sebagai teman perjalanan.

Saya tak bisa cepat puas di pulau ini, satu hari sudah dikunci oleh sebuah janji temu yang sudah saya atur sejak lama.  Adalah Aileen Guenther, lady biker asal Jerman yang tengah mencari sensasi dan petualangan baru di Indonesia melalui nama perjalanan THE MOTO QUEST (www.themotoquest.com).

Jarak dari Denpasar menuju Ubud sebenarnya tidak jauh, hanya 21 kilometer jika mengacu pada peta Google yang ada di ponsel pintar namun pengalaman kemarin berbicara lain, nyasar karena keliru belok. Tapi tersasar pun masih membawa berkah karena sudut-sudut jalan di Bali begitu nikmat dipandang. Struktur bangunan modern  bersahabat erat dengan bentuk-bentuk pura tradisional. Lalu lintas pun terhitung tertib tanpa ada tanda-tanda pengguna jalan yang tidak tahu aturan.

Ubud, datarannya masih lebih rendah dari Buleleng yang sebelumnya saya kunjungi. Lupakan melihat ‘bule’ mabuk dan lalu lalang wanita ber-bikini di tepi jalan. Ubud menawarkan sensasi yang berbeda, unsur budaya sangat kental disini. Di ujung jalan saya menunggu kedatangan lady Jerman berparas manis bernama Aileen. Saya sudah hubungi dia sebelumnya sesaat menuju Ubud.

 photo IMG_20140703_150459171_1_zps8129fe5e.jpg

Sebuah motor matik menepi, rambut oranye yang saya lihat di dokumentasi perjalanan THE MOTO QUEST kini berada di hadapan saya. Cantik, sedikit menjulang dengan mengusung senyuman yang manis dan bersahabat. Kaos lengan panjang hitam ketat dan jins yang juga hitam tampak serasi mengusung tubuh langsingnya. Usianya yang akan genap 30 tahun kini beradu cerita dengan banyak cerita perjalanan yang saya punya.

Referensi istirahat di Ubud pun datang dari Aileen yang akan berkendara di Indonesia menggunakan sepeda motor ala Cafe Racer ini. Gerimis tak menggubris hingga waktu malam dihabiskan di sebuah sudut kafe makan di pinggiran kota Ubud. Saat tulisan ini dibuat Aileen tengah berpetualang di pulau Lombok, melalui korespondensi harian dan ber-whatsapp ria kami berbagi foto dan cerita, senang rasanya melihat petualangannya berjalan menyenangkan.

Itulah perjalanan di Bali, tak cukup dua hingga tiga halaman menulis semuanya. Akan saya paparkan kembali di kesempatan yang berbeda. Pulau Lombok, masih menunggu.

Perjalanan ini turut didukung oleh Suzuki Indomobil Sales, ban motor Corsa, 7Gear, Ticket to the Moon, Hippo powerbank, Contin, Bafin headwear, Kuta Playa Hotel & Villa, Stuart Komodo Travelindo, Badakhitam serta Ring of Fire Adventure (RoFA) Perlindungan.

*1st pic courtesy of Ticket to the Moon

2 thoughts on “(Motomaxx) Mengunjungi Produsen Hammock dan Kopdar the Moto Quest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s