(Motomaxx) Dari Parangkusumo, Glagah hingga Imogiri


(LANJUTAN)

PANTAI PARANGKUSUMO
Ban dengan spesifikasi 120/60-17 di depan dan 150/60-17 di belakang mendukung sempurna Suzuki Inazuma dalam melibas perjalanan. Saya menggunakan tipe ban Corsa R46, batik ban nya cenderung sederhana dan tampak seperti tanpa alur, seperti model ‘slick tyre’.

 photo pkusumo01_zpsc525b6c7.jpg

Dengan karakter seperti itu, ban motor Corsa nyatanya aman-aman saja dan mampu memberikan rasa aman karena gigitan ke aspalnya yang sangat baik. Kecepatan tertinggi yang dapati dicapai adalah 134 km/jam saat Suzuki Inazuma dan ban motor Corsa di gas maksimal di jalur landas pacu pantai Parangkusumo. Ya, pantai Parangkusumo ternyata memiliki landas pacu pesawat terbang. Meski tidak terpakai secara komersil landas pacu ini kerap dipakai oleh banyak aktifitas dirgantara untuk skala daerah. Saat tak terpakai jelas ruang ini cukup menggoda para penggiat otomotif untuk mencoba segala sesuatu yang berbau kecepatan.

Di pantai Parangkusumo ini juga saya manfaatkan untuk momen pengambilan foto dan video produk pendukung perjalanan ‘Connecting the Community’ setelah sebelumnya pengambilan gambar dilakukan lebih dulu di Dab Hobbiesshop Jogja, toko penjual apparel otomotif yang juga jadi reseller produk-produk 7Gear dan Contin.

PANTAI GLAGAH
Kegiatan tak selesai hanya di waduk Sermo dan pantai Parangkusumo, perjalanan di hari berikutnya adalah menuju pantai Glagah. Masih bersama teman fotografer saya asal Jogja, mas Ali Idroes. Pantai Glagah yang berada tak jauh dari pusat kota Wates dipilih karena banyak sudutnya yang menarik. Sore itu pantai Glagah cukup ramai, meski bukan pantai layak renang tapi lokasi wisata pantai ini menawarkan banyak sajian makanan dan minuman berbau bahari (seafood). Beberapa sudutnya bahkan di manfaatkan sebagai arena bermain seperti menyusuri perairan dengan perahu hingga aktifitas memancing, sudut lain juga dibangun kolam renang mini berair tawar plus barisan warung-warung makanan dan minuman berharga terjangkau.

Saya, mas Ali dan juga Lanny dan Loesy serta tiga rekan fotografer lain akhirnya memanfaatkan ujung dermaga sebagai lokasi berkumpul sekaligus mengambil lagi sesi foto dengan latar belakang terjangan air ke pembatas pantai. Di tempat ini pula saya bertemu dengan sejumlah pengendara sepeda motor Ninja yang tengah melakukan kopdar dadakan di pantai Glagah.

 photo pglagah02_zps02ddfb09.jpg

Pantai ini akan lebih sibuk di tahun-tahun mendatang setelah rencana perpindahan bandar udara kota Jogja dialihkan ke selatan Jawa. Bandara yang di rencanakan akan aktif 2020 pastinya akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar setelah bandar udara di pusat kota sudah tak lagi mampu menampung banyaknya aktifitas keluar-masuk wisatawan ke kota Jogja.

SATE KLATAK PAK PONG, IMOGIRI
Perjalanan ‘Connecting the Community’ di kota Jogja saya akhiri dengan sebuah wisata pemanja lidah, apalagi jika bukan soal kuliner. Targetnya adalah Sate Klatak pak Pong di Imogiri. Secara sederhana sate ini menawarkan hidangan daging sate yang ditusuk dengan jeruji sepeda. Karena efek panasnya yang dijamin merata maka daging bagian dalam pun dijamin lebih empuk. Dengan padanan bumbu kecap dan gule bahkan hingga menu tengkleng, hidangan di rumah makan ini menjadi tempat yang tepat untuk makan malam sekaligus berkumpul.

 photo ppong01_zps0a1899bf.jpg

Berbeda dengan agenda sebelumnya, wisata kuliner ini selain Lanny dan Loesy, saya juga ditemani oleh rekan dari TVS Apache Jogja. Itulah sekelumit cerita perjalanan di Jogjakarta yang nantinya akan saya paparkan ulang dalam buku perjalanan yang ditargetkan keluar pada akhir tahun 2014. Edisi berikutnya saya akan hadir perjalanan ‘Connecting the Community’ di pulau dewata, Bali.

NB : Artikel sudah di-publish di majalah Motomaxx edisi Agustus 2014
Perjalanan ini turut didukung oleh Suzuki Indomobil Sales, ban motor Corsa, 7Gear, Ticket to the Moon, Hippo powerbank, Contin, Bafin headwear, Kuta Playa Hotel & Villa, Stuart Komodo Travelindo, Badakhitam serta Ring of Fire Adventure (RoFA) Perlindungan.

One thought on “(Motomaxx) Dari Parangkusumo, Glagah hingga Imogiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s