(Motomaxx) Waduk Sermo, Jogja


 photo IMG-20140623-WA0002_1_zps45e548a1.jpg

Jogjakarta, saya tak membutuhkan alunan merdu Katon Bagaskara untuk bisa merindukan kota ini. Kota yang kental dengan wisata budaya, sejarah dan alam ini memang punya kekuatan magis tersendiri untuk bisa mengajak banyak pejalan untuk berulang kali berkunjung. Kali ini saya tengah berburu destinasi wisata di selatan Jogja, mengendarai Suzuki Inazuma saya mendatangi banyak tempat sekaligus berkumpul dengan banyak teman. Tema perjalanan Jawa-Bali-Lombok saya kali ini adalah ‘Connecting the Community’, sebuah perjalanan untuk belajar, untuk berkumpul dan untuk berbahagia. Seolah putara ‘deja vu’ seperti perjalanan yang saya lakukan sebelumnya di tahun 2012.

Jogjakarta secara wilayah berdampingan langsung dengan Jawa Tengah dan langsung menghadap Samudra Hindia. Luas provinsi di selatan Jawa ini adalah 3.185,80 km2. Meski tidak memiliki wilayah dominan di tanah Jawa tapi rasanya pejalan pasti mengakui bahwa kota Jogjakarta adalah sentra paling menarik dari pulau Jawa. Dalam perjalanan saya kali ini saya tidak akan memberikan pengalaman di Malioboro atau bagaimana eksotisnya rasa Gudeg Jogja. Saya akan melakukan perjalanan ke selatan Jogja yaitu ke Waduk Sermo di Wates Kulonprogo, pantai Parangkusumo, pantai Glagah hingga mencicipi sate klatak di Imogiri.

WADUK SERMO
Atas ajakan dari teman komunitas blogger Jogja (Koboys), bro Aziz, saya lantas mengunjungi sebuah waduk yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1996 lalu. Untuk membangun waduk ini, pemerintah kala itu harus menggelontorkan dana hingga 22 miliar rupiah serta harus melakukan transmigrasi massal. Penduduknya di relokasi ke tanah sebrang, Bengkulu dan Riau.

Keindahan utama waduk ini terletak pada konstruksi bendungan serta kepungan perbukitan, kini desa Sermo tengah dikembangkan menjadi desa wisata dan punya banyak homestay yang bisa dimanfaatkan pejalan. Dari kota Wates saya dan tiga teman lain mengambil rute perbukitan di punggung bukit desa Sermo yang kemudian tembus persis di gerbang desa wisata Sermo.

 photo IMG-20140623-WA0006_1_zps51ade81e.jpg

Aktifitas disini tak pelak adalah untuk melakukan tes performa Suzuki Inazuma dan ban sepeda motor Corsa di ragam tikungan, liukan dan trek lurus di sekeliling waduk. Adalah Aziz yang mencicipi pertama dan kemudian berganti ke tangan Yoga, sementara saya duduk santai di tepian pintu bendungan untuk menangkap panorama perbukitan sembari melihat beberapa pemancing dari kejauhan.

Untuk tes kedua produk – Inazuma dan Corsa – saya sudah lebih dulu melakukannya saat berangkat dari Jakarta menuju Jogja. Tak kurang dari 500 kilometer performa tangguhnya melahap jalur pantura yang kemudian turun ke selatan menuju Bumiayu dan Cilacap, rute lantas berbelok menuju pintu jalan bersejarah Jl Daendels mulai dari Jl Adipala hingga berakhir di jalur Srandakan selatan Jogja. Penasaran dengan jalan Daendels, akhirnya saya mengetahui bahwa rute sedemikian menarik, naik turun bukir, keluar masuk desa hingga berdampingan jalan dengan aroma pantai selatan Jawa.

Suzuki yang punya kemampuan menggendong 13 liter bahan bakar terhitung irit, keiritannya mencapai 1:30 dan masih cenderung aman menikmati bahan bakar premium. Awalnya saya cukup ragu dengan kontrolnya, dimensi cukup panjang dan mencapai 2.145 mm dan beratnya mencapai 182 kg, itu berat kosong dan belum ditambah dua tas tambahan dari produk 7Gear yang saya pakai di tangki dan buritan.

Nyatanya semua dapat terkontrol dengan baik, ringan saat sudah berjalan, stabil dan ‘ajeg’ kalo kata orang Jawa. Hal ini diamini oleh dua rekan Koboys, Aziz dan Yoga, saat mencicipinya di lingkungan beraspal waduk Sermo. Citarasa moge juga keluar sempurna melalui semburan dua knalpot bawaan, bermesin injeksi, 250cc dan dua silinder klop sudah sensasi moge yang diberikan. Tak salah sebutan Baby B-King menjadi sah-sah saja. (bersambung…)

Photo  : Aziz Juragan Warung DOHC

 photo media_motomaxx_zpsf3433b5b.jpg

NB :
Artikel sudah di publish sebanyak empat halaman di majalah Motomaxx edisi Agustus 2014

Perjalanan ini turut didukung oleh Suzuki Indomobil Sales, ban motor Corsa, 7Gear, Ticket to the Moon, Hippo powerbank, Contin, Bafin headwear, Kuta Playa Hotel & Villa, Stuart Komodo Travelindo, Badakhitam serta Ring of Fire Adventure (RoFA) Perlindungan.

One thought on “(Motomaxx) Waduk Sermo, Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s