Ninggalin Helm di Parkir Liar Lebih Aman Ketimbang di Secure Parking


 photo arantan-ink-mf1-05128_zpsd5ede87a.jpg

‘Ah itu lagi apesnya Bapak aja’, balas salah satu petugas security yang saya pancing bicara. Dwarrr ….. spontanitas yang hebat dari sebuah penyedia jasa keamanan. Oke berikut data yang bisa saya himpun, Brino Utomo (petugas SP) menulisnya dalam berita acara dengan subjek ‘Hilang Helm’ dengan keterangan hari dan tanggal adalah Kamis, 5 Juni 2014. Waktu masuk parkir : 15.06 dan keluar pada : 19.00. Lokasi : area parkir roda dua Senayan Trade Center (STC) dengan penyedia parkir ‘SECURE PARKING’.

Hingga tulisan ini dibuat saya masih menunggu hubungan telpon dari pihak SP seputar penyelesaian masalah ini. Sekali waktu saya pancing lagi apakah kasus ini sering terjadi dan dijawab sering meski pada akhirnya diralat dengan kalimat ‘cukup sering’. Lalu apa kompensasi kehilangan? Dari kasus yang sudah terjadi ternyata tidak ada yang memperkarakan lebih lanjut dan memilih menerima helm pengganti dengan kualitas standar helm bekas gratisan pabrikan, notabene dari sisi desain dan kelayakan helm saja sudah turun cukup jauh.

 photo IMG_20140606_134753037_zps3b316339.jpg

Jadilah saya pulang meringis memakai helm ala kadarnya dengan visor yang otomatis turun saat terkena jalan rusak plus visibilitas kaca yang buram. Sistem pengikatnya kendor dengan kenyamanan busa yang sudah jauh dari nyaman, alias kempes dan ga ada unsur aman sedikitpun. Sedangkan helm saya yang raib adalah jenis INK MF1 yang modelnya dapat berubah dari full face menjadi half face, karakteristik uniknya adalah penempatan stiker nama ANDRY BERLIANTO dan golongan darah di sisi helm plus stiker BIKERS OF BERAU yang saya dapatkan dengan susah payah ke ujung pulau Kalimantan.

Area SP di Senayan Trade Center sebenarnya jika dilihat seksama banyak hal yang tidak layak seperti tidak adanya penitipan helm serta ada anjuran untuk tidak mengunci stang motor. Petugas hanya duduk dan bermain ponsel di bangku masuk/keluar motor sementara di sudut terjauh ada pintu buatan yang bisa dengan leluasa menjadi akses keluar/masuk pihak tidak bertanggung jawab.

Saya berpikir positif dan ternyata asumsi saya menghasilkan keputusan yang salah. Saya cukup menggantungkan helm di area dek motor matik dan sama seperti helm di motor-motor lain yang posisinya mungkin lebih mudah diambil, ada yang ditaruh di tangkai spion bahkan hanya didudukkan di jok saja atau menggantung di handle gas.

Mungkin security di atas benar, saya lagi apes tapi akibat itu pula saya ingin melanjutkan peristiwa ‘naas’ ini ke tingkat yang lebih tinggi bahkan hanya untuk sekedar diskusi, sekali lagi untuk memutus rantai usaha pencurian dan meningkatkan kadar keamanan di internal SP sendiri. Lha kalo helm hilang saja mereka langsung punya insiatif mengganti dengan helm cadangan (abal-abal) ya asik donk kasusnya, ambil saja helm-helm bagus di parkiran dan ganti dengan helm pengganti milik SP, jual kembali helm curian dan semua senang dapat bagian. Hore…..

*lanjut banting helm pengganti.

Foto INK MF1 : bro Saranto

Advertisements

About this entry