Week 4 : Titik NOL Kilometer


Sumber : http://www.yukmotoran.com/week-4-titik-nol-kilometer/

 photo sabang4_zpsde031d48.jpg

Pekan ke empat, 26 Mei – 1 Juni 2013. Titik NOL Kilometer pulau Weh terletak tak jauh dari homestay tempat saya dan teman-teman menginap, hanya 6 kilometer. Rute jalan di pulau Weh menjadi salah satu yang terbaik yang pernah saya rasakan ketika berkendara di Indonesia. Tempat terujung barat, tempat yang kerap ‘dikeramatkan’ sebagai destinasi wajib bikers. Meski saya tak melihatnya hingga se’lebay’ itu saya tetap menaruh terimakasih besar saat bisa berada di titik ini.

Titik Nol Kilometer. Titik yang dicapai dengan perjalanan yang membanggakan. Titik yang dicapai melalui rute yang khas dengan sapaan kera-kera ekor panjang di tepi jalan, aspal sempit tapi mulus lengkap dengan tikungan-tikungan buta hingga rerimbunan di kanan-kiri sebagai penambah keseksian pulau yang dilihat seperti huruf ‘W’ ini.

Tapi bukan titik Nol yang membuat saya menyukai pulau Weh ini. Pantai Iboih dan pulau Rubiah lah yang membuat saya kepincut. Salah satu sisi pantai Iboih berada tepat di hadapan kamar saya. Kamar dengan model rumah panggung modern tapi sederhana. Cukup dengan membuka tirai saya dapat melihat kejernihan Iboih dengan beberapa perahu yang bersandar. Andai saja bisa menetap.

 photo sabang3_zpse3b8dd17.jpg

Selain pantai Iboih kecantikan lain ada di pulau Rubiah. Pulau yang bisa disebrangi dari tepi pantai selama 10-15 menit menjadi lokasi wisata andalan pulau Weh. Konon katanya jadi salah satu taman biota laut terbaik di dunia. Karena hal itulah saya tidak menyia-nyiakan untuk bisa melakukan snorkelling di tepian Rubiah. Saya hingga saat ini pun harus ditemani beberapa rekan editor untuk menggambarkan pesona Iboih dan Rubiah dalam penulisan bukunya nanti. Saya suka pulau ini.

 photo day27_3_zps4c7f99c1.jpg

Di pekan ini pula saya dan teman-teman wajib berterimakasih kepada POWER Indonesia, klub Pulsar pertama yang berdiri bahkan sebelum BAI sebagai penjualnya datang ke Indonesia. Mulai dari jemputan di gerbang Banda Aceh, menjamu dalam riding cepat saat malam, disuguh kopi hangat di kafe malam serambi Mekkah hingga wisata ke berbagai tempat yang berhubungan dengan wisata sejarah bencana Tsunami. Terimakasih juga untuk TVS Banda Aceh yang dalam kesempatan perjalanan ini menjadi persinggahan perawatan kedua setelah kota Padang Sidimpuan.

Pesona perjalanan di Sumatra belum usai dan setengah perjalanan ini kami terus mendapatkan keindahan-keindahan terbaik milik Indonesia. Tuhan bermurah hati menciptakan negri ini dengan segala kelebihannya. Pekan ke empat terlampaui dengan menyusuri rute Atu Lintang, Takengon, Bireuen, Sigli, Banda Aceh, Sabang, pulau Rubiah, Lhok Nga, Lhoong, Calang hingga Meulaboh.

 photo day27_4_zpse8f0818b.jpg

 photo sabang5_zpsf4b56e9e.jpg

Fotografi oleh : Rere Sap7aranu.

4 thoughts on “Week 4 : Titik NOL Kilometer

  1. wah mas bro ane jadi kepengin, ini harus masuk club tertentu gag bro klo mo ikutan, ?
    klo ada acara lagi boleh dong ane kabari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s