Week 3 : Tembus Nanggroe Aceh Darussalam


 photo day19_4_zps369493a0.jpg

Pekan ke 3, 19 – 25 Mei 2013. Saya melihat motor saya sudah lusuh dengan debu dan kotoran yang melekat setelah menempuh 2000-an kilometer di dua pekan sebelumnya. Tipikal rider ‘bersih’ kayak saya sepertinya terganggu juga tapi ya sudahlah apa adanya saja. Jaket kurang lebih sama karena belum bertemu dengan mesin laundry cepat. Lanjut, dan di pekan ketiga ini tim Ekspedisi Sap7aranu akhirnya kesampaian juga menembus batas provinsi Nanggroe Aceh Darusallam.

Pekan ke 3 menghabiskan rute tidak sebanyak pekan-pekan sebelumnya. Hanya 800-an km, meliputi perjalanan dari Padang Sidimpuan, Sibolga, keliling kota Barus, Pakat, Dairi, Sidikalang, Kutacane, Blangkejeren dan menikmati akhir pekan di Takengon dan pesona Danau Laut Tawar nya. Di waktu yang sama Danau Laut Tawar juga sedang mengadakan festival dan beruntung saya dan tim bisa menikmati waktu jeda di bawah biaya pemerintah setempat. Aman.

Soal pertemuan dengan hal-hal gaib akan saya paparkan nanti di buku dengan judul bab ‘the Ghost Story’ dan artikel ini saya tulis hanya sebagai highlight perjalanan per pekan. Di pekan ke 3 ini pula kami banyak mengunjungi tempat-tempat cantik dan bersejarah seperti kota Barus dengan pantai dan sejarah kapur barus. Di Barus juga terdapat makam Syekh Mahmud, pemuka agama pada jamannya yang di makamkan di Papan Tenggi, sekitar 170 meter di atas permukaan laut.

 photo day16_02_zps4c59405a.jpg

 photo day16_03_zps75d5a458.jpg

Selanjutnya tak lain adalah mengagumi kehebatan dan pesona jalur Taman Nasional Gunung Leuser. Di salah satu titik bahkan sinar matahari tak dapat menembus jalur jalan yang saya lewati. Cekikikan kera-kera ekor panjang dan burung-burung liar terdengar sepanjang jalan. Rute terbaik saya pilih ketika berkendara di hari ke 18, melalui rute Sidikalang menuju Kutacane saya dan teman-teman hanya menikmati 30% aspal mulus sepanjang perjalanan. Aspal mulus yang kemudian ditemui saat kami resmi melintas batas Sumatra Utara dan Nanggroe Aceh Darusallam. Entah bagaimana ceritanya bisa berbeda kualitas jalan antar dua provinsi besar ini.

 photo day18_03_zps423106aa.jpg

RESPIRO NUSANTARIDE SERIES
Bekerja apik menemani perjalanan. Kondisi sedikit lusuh memang tidak bisa dihindari tapi dengan basuhan sekejap saja dan material yang mudah kering saya merasakan jaket ini sangat bisa diandalkan untuk menemani peturing dalam perjalanan jarak jauh.

 photo day10-1_zps0d8370dc.jpg

Dibekali bantalan pada siku dan pundak membuat kualitas jaket ini bisa dibanggakan. Pewarnaannya yang tidak menggunakan warna hitam pun membuat saya pribadi menyukainya.

Kantung. Ga masalah. Ada lebih dari 4 kantung yang siap menyimpan mulai dari ponsel, kamera, dana perjalanan bahkan botol minuman sekalipun. PESAN DONK DISINI🙂 …

Ventilasi udara pun bekerja baik dan bisa di buka-tutup sesuai kebutuhan perjalanan. Di Takengon menuju Atu Lintang praktis semua perekat ditutup dan cukup tangguh menekan hawa dingin untuk masuk ke dalam tubuh. Tambahan scotlite pada bagian belakang juga bisa jadi penanda apik bagi kendaraan di belakang saat menyorot ke depan. Membuat pengendara terlihat di jalan.

OK. Sekian highlight pekan ketiga dan have a nice adventure motorcycling ya🙂 .

 photo day21_2_zpsbf55306c.jpg

 photo day19_1_zps026668dc.jpg

4 thoughts on “Week 3 : Tembus Nanggroe Aceh Darussalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s