Pantai Trisik, Jogjakarta


 photo DSCN5696_zpsb34a7161.jpg

 photo DSCN5735_zpsdbbcc689.jpg

Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Dingin. Saya masih ingin tidur selepas sholat subuh. Teringat niatan saya untuk mencermati kehidupan pagi di pantai Trisik maka kalahlah tawaran kasur dan bantal di kamar tidur. Di luar masih tampak gelap. Tidak mendung. Beberapa kendaraan sudah melintas di depan rumah. Ah sudah ada kehidupan. Membuka pintu garasi dan melihat kucing melompat kaget karena tertidur di sofa depan. Ayo bangun. Pantai Trisik … saya datang.

Lokasi pantai selatan Jogjakarta dengan pesona desa pesisir ini tak jauh dari rumah tinggal saya. Hanya 8 km melalui pematang sawah, sedikit jalur utama Bantul – Purworejo dan kemudian masuk ke desa Trisik, lagi-lagi area persawahan, jejeran pohon kelapa dan rumah-rumah tinggal yang masih tertutup pintunya menjadi teman perjalanan menuju bibir pantai.

 photo DSCN5740_zpsde62c04f.jpg

 photo DSCN5685_zps2df15189.jpg

Ini hari Minggu, saya pikir suasana perjalanan akan cukup sepi. Saya salah. Deru-deru sepeda motor dengan bawaan hingga 3-4 orang melaju cepat. Seolah berbaris beriringan. Tak mau kalah dengan pengunjung terlihat pula sepeda motor yang membawa banyak mainan hingga ikan hias. Bakal ramai nih …

Ya, pantai Trisik menjadi pantai pertama di kabupaten Kulon Progo jika anda masuk dari arah Bantul kemudian melewati jembatan panjang Srandakan dan berbelok ke kiri menuju Purworejo. Nuansa pantai nya masih alami dengan kehidupan desa pesisir pantai dan berbagai aktifitas melautnya. Pagi itu loket masih kosong, pengunjung pun tak perlu membayar dana retribusi 1000 per orang dan 2000 per sepeda motor untuk bisa masuk ke wilayah pantai.

 photo DSCN5739_zpsf3ebefa9.jpg

Kekuatan pantai Trisik sebagai objek wisata memang terdapat pada nafas kehidupan desa pesisir, nelayan dan aktifitas jual-beli di pasar pelelangan ikan. Masuk ke wilayah pantai nya sendiri pengunjung akan diberikan pesona laut pantai selatan. Dengan sifat ombak nya besar maka larangan pun di pasang di berbagai penjuru. Pantai Trisik memang bukan pantai untuk berenang. Meski begitu tetaplah pantai ini menyimpan keindahan bagi anda yang ingin tersudut dalam kesepian sembari menghabiskan waktu libur.

 photo FSCN5728_zpsfcd715a5.jpg

 photo FSCN5726_zps84d185ab.jpg

2 jam berlalu melihat pengunjung yang ramai, mulai dari mereka yang berpasangan, satu paket keluarga hingga bocah-bocah tanggung yang memilih bermain sepak bola pantai di tempat yang telah disediakan. Sebuah pagi yang ramah dan ramai di pantai Trisik. Keasrian desa pesisir nya menunggu anda untuk dikunjungi.

NB : Koordinat GPS S7°58’26.2″ E110°11’37.1″

 photo FSCN5722_zpsa15a1f18.jpg

 photo FSCN5742_zpse45a93a3.jpg

 photo FSCN5743_zps4d292c84.jpg

8 thoughts on “Pantai Trisik, Jogjakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s