Seksi Inazuma


Photobucket

Inazuma dalam bahasa Jepang berarti petir, seolah kehadirannya berniat untuk mengagetkan masyarakat pecinta roda dua. Benar saja, saya pribadi menganggap kehadiran Suzuki Inazuma bagai angin segar untuk bisa lebih mewarnai pasar roda tanah air. Bodi nya tampil menghapus dahaga pecinta desain sport turing. Gambot, kekar dan punya suara bulat pada tiupan gas buangnya. Langsung tak ambil pikir panjang saya coba bodi seksi Suzuki Inazuma yang di bandrol 46 juta rupiah ini.

Saya menyukai bentuk dan pemilihan warnanya yang sederhana. Kita urut dari belakang, nah … ada dua gas buang disana yang menyodorkan suara bulat dan cenderung tidak mengganggu sekitar. Meski tidak se-khas lengkingan Ninja 250 saya rasa suara Inazuma jauh lebih ‘bersahaja’. Buntut belakang juga tampak sangat cantik, cenderung bahenol kalau meminjam istilah pria. Si Baby B-King ini ternyata rakitan Cina dengan arahan perfeksionis dan standar tinggi ala Jepang.

Photobucket

Astaga jok nya empuk sekali. Saya dengan tinggi ga lebih dari 170 cm masih cukup nyaman hingga kaki menjejak tanah. Jangan menaruh ekspektasi tinggi soal teknologi. Dengan menggendong mesin 250 cc ber teknologi injeksi dirasa sudah cukup modern di pasar tradisional ala Indonesia ini. Desain keseluruhan sebenarnya biasa-biasa saja bahkan terkesan natural. Dari kesan natural itulah Inazuma enak dipandang.

Kunci kontak ON, indikator FI menyala lalu mati kembali menyatakan mesin Inazuma siap dihidupkan. Panel pada speedo tampil sederhana dan informatif. Stang nya cukup nyaman dengan kemudahan untuk bermanuver meski berbadan besar. Memang jika di lepas di kemacetan bodi besar Inazuma akan sedikit bermasalah. Inazuma akan keluar karakter aslinya jika berhadapan dengan jalan lapang seolah mau memenuhi kebutuhan para penggiat turing yang mencari kenyamanan dalam perjalanan.

Photobucket

Sayang sekali menurut saya desain spatbor depan tampak tidak enak dipandang mata. Bakal jadi ubahan paling awal kalau saya sampai menebusnya. Dan patut disayangkan lagi unit yang saya pinjam di beberapa sisi sudah ada modifikasi ringan yang dilakukan oleh pemiliknya. Spion dibuat mini plus lampu sein belakang sama kecilnya. Untung tidak sampai membuat kecil pada ban segala. Praktis agenda training motor yang saya pimpin saya jadikan lahan untuk mengkoreksi apa yang sudah berubah dari kendaraan Inazuma ini.

Photobucket

Top speed? Wah ga ada trek panjang karena lapangan kerja yang minim dan ada larangan bermotor plus di lingkungan luar daerah Marunda pun dijejali anak-anak bermain dan binatang yang lalu lalang. Jalan santai di atas jok yang nyaman sudah amat sangat mewakili nikmatnya naik Inazuma, baik saat sendiri maupun sebagai pembonceng.

Bagaimana Inazuma menurut anda?

Photobucket

Advertisements

About this entry