Kerja Keras Menuju Teluk Bandealit


bd03

Saya jadi tau kenapa beberapa teman yang saja ajak rada emoh mengiyakan ajakan ke Teluk Bandealit. Hasil googling yang saya dapatkan adalah lokasi ini menjadi bagian dari hutan nasional Meru Betiri dengan penggambaran yang cukup eksotis dan nuansa petualangan yang kental, rutenya sedikit tidak bersahabat. Ada benarnya juga karena untuk mencapai teluk ini pejalan harus mengeluarkan effort yang tidak ringan. Ada petualangan ya ada perjuangan. Jangan mengeluarkan nada sesal di tengah perjalanan karena lanskap yang dikeluarkan teluk Bandealit membayar lunas kerja keras sepanjang jalan.

Dari kota Jember menuju Taman Hutan Nasional Meru Betiri pejalan bisa mengambil rute ke Ambulu melalu Mangli, sampai di persimpangan Ambulu ambil jalur ke kiri dan ikuti terus saja arah jalan. Kurang lebih jaraknya mencapai 60-an kilometer dengan durasi jalan hingga 3.5 jam. 2 jam diantaranya adalah agenda tembus hutan Meru Betiri. Ada baiknya menggunakan kendaraan yang memiliki ground clearance yang tinggi, lebih ideal lagi dengan settingan offroad karena rute dari pintu masuk pertama Meru Betiri sudah tidak ada nuansa aspal, yang ada hanya tanah bebatuan, kadang hingga model batu cadas.

bd08

bd09

bd10

Sudah cukup bikin stress? Lihat sinyal ponsel !. Masuk taman nasional sinyal operator seluler dipastikan akan tenggelam, jika persiapan mau matang maka pejalan diharapkan menyiapkan alat komunikasi sendiri semisal HT. Sepanjang perjalanan pejalan akan dihidangkan menu hijau hutan alami, sesekali kera ekor panjang dan lutung melompat kesana kemari di dahan yang cukup tinggi. Di bidang jalan yang cukup lapang jika pejalan beruntung maka pemandangan kepakan sayap elang terbang melintas menjadi pertunjukan tersendiri. Yang cukup menarik adalah papan peringatan adanya macan tutul. Yang satu ini ternyata sudah tidak pernah lagi ditemukan penampakannya. Setidaknya itu yang di klaim oleh penjaga gerbang desa Andongrejo yang saya ajak berbincang.

bd11

bd12

bd13

Desa Andongrejo menjadi hunian terakhir sebelum akhirnya benar masuk ke teluk Bandealit. Desa nya cukup bersahabat, penuh senyum dengan memberikan beberapa opsi warung makan kecil seputar mi instan. Lingkungan sekolah nya pun adem karena sekelilingnya adalah hutan lebat. Bagaimana dengan komunikasi? Ternyata operator CERIA berjaya disini dan itulah operator andalan masyarakat Andongrejo. Nyala lampu terhitung terbatas dan hanya hitungan jam, lepas jam 9 malam desa menjadi gelap gulita menyisakan suara raungan anjing-anjing menghalau babi-babi liar yang kerap masuk desa.

bd14

bd17

bd07

Ya begitulah lokasi wisata teluk Bandealit, sebuah pantai di sebuah teluk yang kerap jadi persinggahan rusa bahkan banteng liar. Suasanya yang sepi menyisakan sebuah pengalaman adventure yang berkesan. Usaha pengurus hutan dalam menyediakan beberapa sudut kamar mandi terlihat percuma karena kondisi yang terlihat sudah tidak menampakkan adanya perawatan berkala. Opsi wisata lain disini adalah goa Sodung untuk kegiatan panjat tebing, goa Jepang, Muara Timur untuk aktifitas kano hingga hiburan memancing, melihat sunset sampai menikmati agrowisata. Lengkap dan masih alami.

bd04

bd05

NB :
Pemilik/pengelola
Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya no. 53 Jember kotak pos 269
Telp. 0331 – 335535, fax. 0331 – 32153

TIPS sekali lagi :
1. Gunakan kendaraan ber ground clearance tinggi dan pastikan kondisi kendaraan sehat,
2. Siapkan mental karena pertarungan berkendara dalam hutan cukup menguras emosi,
3. Handal menyikapi medan adalah kewajiban dan jangan nekat datang saat musim penghujan karena mungkin aliran sungai di tengah hutan akan menghentikan perjalanan pejalan, belum lagi licinnya jalan batu,
4. Siapkan alat komunikasi alternatif seperti HT jika ingin tetap terhubung ke sesama teman,
5. Pantai yang landai tidak berarti aman, waspadai peringatan di beberapa titik,
6. Atur kembali waktu perjalanan, jangan start dari kota Jember setelah makan siang, sepulangnya dari teluk Bandealit pejalan akan mengalami masalah kepulangan karena wajib tembus hutan selama 2 jam. Siap?
7. Lebih enak camping atau mungkin stay di rumah penduduk untuk mendapatkan pengalaman yang lebih berbeda.

bd01

bd02

bd15

bd06

bd18

bd20

Advertisements

19 thoughts on “Kerja Keras Menuju Teluk Bandealit”

  1. yuhuuu….ini spot memancing saya selanjutnya ketika saya singgah lama di kota itu. 1 catatan kalo ke sini jangan pernah bawa motor matic!!!, nyari perkara. 😀
    coba naik ke goa jepang, wooowww sayang tracknya dipenuhi belukar.
    kalo mau liat banteng mending nginep dan ajak polhutnya,
    mungkin sekarang sudah mendingan jalannya, udah beberapa bagian diaspal, kalo dulu sejak awal portal pertama udah main offroad, ngenes….

    1. poin 7 itu di atas dah di sebut 🙂 … bisa kok camping, tp saran saya tidak di hutan nasional meru betiri nya, berbahaya. Lebih baik mendekat ke perumahan penduduk atau sedikit merapat ke pintu masuk teluk bandealit yang masih ada beberapa rumah tinggal …

      kondisi desa andongrejo masih sepi dari aktifitas wisatawan konvensional krn sifatnya yg lebih seperti wisata adventure (non konvensional).

  2. oh iya masbro.. ada pantai pasir putih yg bagus di sekitar semenanjung blambangan, rutenya menembus alas purwo, daerahnya deket teluk Pangpang Banyuwangi, pasir putihnya panjang banget..aku lihat dr atas pesawat Jkt-Bali..nyari2 info ternyata itu deket teluk Pangpang kata sumber info, masuknya dari desa Tegaldlimo, gimana kalau kita planning ? 🙂

    1. jangan-Jangan itu pantai yg terkenal dengan tempat selancar terindah di indonesia ya??? kan ada tuh di banyuwangi namanya G-LAND.

      1. bukan masbro, kalo itu namanya pantai plengkung, menghadap ke selatan, kalau pantai yg ane maksud menghadap ke bali ke arah timur, semenanjung Blambangan itu kan menjulur ke arah tenggara, nah sisi timurnya..

    1. kontur jalannya cukup menyiksa motor, matik dengan kondisi low ground clearance dan boros bahan bakar akan sangat keteteran disini. Paska kunjungan mungkin bakal kena service di beberapa titik, dan satu lagi, matik (konvensional, co : mio, beat, vario dkk) tidak di desain untuk melintasi jalanan spt ke teluk bandealit. Kalau mau di paksakan ya bisa-bisa aja, yg penting sy sdah berbagi tips ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s