Ketika Pengemudi Harus Tau Batas Diri


driving01

(Repost Source) Ranah media online saat ini sedang hangat paska kejadian mengerikan saat satu buah kendaraan secara beringas menabrak pejalan kaki yang mengakibatkan hilangnya 9 nyawa. Pengemudi yang ternyata ditemukan tidak memiliki SIM bahkan STNK ini diduga secara tidak sadar mengemudikan kendaraan tanpa arah akibat efek mabuk saat beraktifitas di malam sebelumnya. Disinilah kompetensi mengemudi dapat terlihat dimana perilaku manusia sebagai faktor dominan terhadap sebuah kecelakaan memang benar adanya.

Seperti dilansir media pelaku setidaknya telah melanggar pasal 106 ayat (1) jo 106 ayat (4) huruf g jo pasal 115 huruf a jo 106 ayat (5) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta pasal 310 KUHP tentang kelalaian. Jumlah pasal yang cukup banyak untuk dipertanggung jawabkan.

Pagi ini (24/1) i-Radio secara santai mencoba mengulik bagaimana sebuah aktifitas kecil dapat menjadi pemicu sebuah kecelakaan kendaraan. Aktifitas kecil seperti ditanyakan presenter yaitu apakah saat sedang sakit mengemudi masih bisa dilakukan.

Flu, sakit kepala atau penyakit lain yang diderita manusia dapat menyita konsentrasi tubuh serta dapat menurunkan refleks manusia sebesar 10 % dibanding pengemudi yang sehat. Bahkan ekspertis menyatakan bahwa efek sakit ini dapat sejajar dengan efek mabuk.

Singkatnya jadikan kejadian ini menjadi sebuah pembelajaran bagi tiap individu bahwa tidak ada yang mudah dalam mengemudi. Kepatuhan terhadap hukum, memiliki empati serta memiliki keahlian mengemudi menjadi satu paket menuju keselamatan di jalan.

CRASH FREE HABITS tahun 2012 ini coba digaungkan JDDC lebih keras dimana ada tiga poin mendasar yaitu :

  •     Saya tidak ingin menjadi penyebab kecelakaan
  •     Saya tidak ingin menjadi korban kecelakaan
  •     Saya tidak ingin terlibat dalam kecelakaan

Tiga poin yang juga diamini Poetri Soehendro dan M Rafiq ini semoga bisa jadi pegangan bagi mereka yang banyak ber aktifitas di jalan dimana konsentrasi adalah segalanya dan nyawa adalah taruhannya jika anda meremehkannya.

Road is a Killing Field.

One thought on “Ketika Pengemudi Harus Tau Batas Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s