(2) Ride Report : Bekasi – Cikondang


image

image

image

image

image

Sabtu, 2 Juli 2011. Ajakan mengunjungi Curug Cikondang dengan opsi lanjut ke Gunung Padang langsung saya iyakan. Tawaran bro Hendrawan (one) cukup menggiurkan terlebih saya butuh riding untuk sekedar berlibur mencari suasana lain. Pit stop awal saya sepakati bertemu di Cileungsi, selepas fly over. Jam 7 kurang 10 saya sudah stand by sesuai jadwal. Tunggu punya tunggu …

Ternyata yang muncul hanya One seorang plus membawa serta putra nya, Radya. Wacana tinggal wacana, saat yang lain tenggelam setelah awalnya berminat rasanya tidak perlu saya pikirkan. Yang jelas riding harus tetap jalan sesuai agenda.

Rute yang kami ambil adalah rute Jonggol menuju Cianjur karena kami berdua tinggal di timur Jakarta. Rute ini baru berjalan lancar selepas perumahan Citra Indah, ruas jalan sebelumnya tampak padat dengan kendaraan, angkot ngetem plus galian tanah.

Jalur Jonggol sangat baik, ruas jalan rusak pun tidak sampai 200 m jika di total. Jalanan mulus dengan volume kendaraan yang tidak terlampau padat. Dari sini kami lantas memangkas rute langsung menuju Cianjur kota untuk selanjutnya menghitung arah agar tidak terlalu menyimpang.

Masing-masing dari kami membawa serta unit GPS dengan karakter yang berbeda. Selain Garmin E Trex saya juga mempercayakan fitur Googlemaps yang terbenam di tablet ZTE.

Berbekal map hasil browsing pengunjung terdahulu pada prakteknya arah sedikit menyimpang. Tersadar sedikit misroute setelah kami memasuki jalan raya menuju Sukabumi, daerah Warung Kondang. Kami kalkulasi ulang melalui GPS dan menemukan arah agar tidak perlu kembali ke tempat dimana kami salah arah.

Setelah melalui Cibeber kami diarahkan untuk melewati Ciparay padahal pemetaan kami menunjukkan jalan melalui desa Cikondang. Kami memilih arahan yang diberikan informan setempat untuk masuk melalui Ciparay. Arahnya lebih dari 20 km dari tempat kami bertanya.

Menuju Ciparay kami dihadapkan dengan medan dari aspal mulus hingga berlubang sampai akhirnya kami masuk daerah Ciparay untuk selanjutnya masuk ke dalam pedesaan. Jelas jalan pedesaan adalah kombinasi aspal, bebatuan hingga tanah.

Arah ini ternyata bersambung masuk ke lingkungan perkebunan teh. Jalur semakin tidak ideal salah satunya adalah melalui batu-batu cadas. Perjalanan dikelilingi asri nya kebun teh mampu menghilangkan penat kami saat riding menuju curug.

Akhirnya setelah melalui jalur offroad kami pin sampai di lokasi. GPS Garmin saya menunjukkan angka kurang lebih 148 km perjalanan. Alhamdulillah tidak ada kendala baik yang sifatnya teknis maupun gejala negatif alam.

Pada lokasi wisata kami memarkir kendaraan di lahan penduduk untuk selanjutnya berjalan kaki untuk turun ke curug. Akses masuk yang dikelola penduduk setempat mewajibkan kami membayar 3000 rupiah. Fair enough.

Saya menilai akses minus inilah yang membuat curug Cikondang tidak ramai dikunjungi. Pada waktu yang sama memang sempat ramai karena komunitas pesepeda tengah memiliki kegiatan disana.

Meski curug nya sedikit mengecewakan tapi perjalanan untuk sampai kesana benar-benar memuaskan kami. Adventurous. Bagaimana rute pulang dari curug menuju Cianjur? Bersambung ya :)…

9 thoughts on “(2) Ride Report : Bekasi – Cikondang

    1. amirul ……. ga dikasi sama bro One
      bodats ………. jalan ayoo .. di trek batu malah ketemu orang lokal pake ninja 250 .. siaulll ixixixix
      elsabarto …. akurat kok , mungkin pemetaan awal nya yang tidak menyertakan koordinat, cuma jalur aja jadi kudu di cari lg🙂 .. disitulah adventure nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s