Tips Jaga Stamina Saat Mudik Nanti


mudiksss

Mudik mungkin dirasa masih lama tapi Insya Allah kita akan di pertemukan kembali, amin. Di tengah banyak nya permintaan artikel seputar mudik ke meja redaksi JDDC iseng saya browse untuk menyegarkan materi dan langsung mendapatkan artikel ini. Saya copas dan saya simpan aja deh ya. Judulnya “Tips Menjaga Stamina Saat Berkendaraan Mudik“. Semoga bermanfaat.

Mudik menggunakan kendaraan sendiri untuk bersilaturahmi sama sanak keluarga di kampung halaman, dituntut fisik yang prima. Terlebih perjalanan dilakukan bersamaan dengan puasa, menjadi terganggu lantaran stamina kurang baik.

Nah, ritual wajib untuk menempuh rute “back to Kampong”, tak cukup dengan mempersiapkan kendaraan. Asupan gizi penting dilakukan agar tubuh tetap segar dan aktivitas berkendara tidak terganggu.

Inilah tips buat menyegarkan tubuh

4 sehat 5 sempurna
Kalau Anda berniat jalan sesudah buka puasa atau sahur, asupan makanan jangan terlalu banyak. Khususnya buat pengemudi, karena bila terlalu kenyang bisa ngantuk.

Untuk makanan, sebaiknya pilih berdasarkan menu 4 sehat 5 sempurna. Seperti makanan praktis nasi goreng, bubur atau nasi uduk boleh dikonsumsi (untuk makan malam), tapi banyak mengandung karbohidrat. Jadi, mengonsumsinya jangan berlebihan.

Suplemen
Perlu disuplai minuman isotonik atau vitamin. Untuk isotonik mengandung gula, kalium dan natrium. Kandungan kalium mempunyai fungsi penjaga keseimbangan cairan yang berguna mencegah dehidrasi. Sedang gula menambah kalori yang dibutuhkan tubuh sebagai bahan bakar.

Kalau tidak isotonic, bisa juga vitamin. Untuk tubuh dianjurkan mengkonsumsi yang terdapat dalam buah-buahan. Dan untuk daya tahan bisa vitamin A,B,C, zinc atau vitamin E.

Jenis pakaian
Jenis pakaian yang dikenakan berpengaruh terhadap kenyamanan mengemudi. Mungkin pengemudi lebih senang bersandal lantaran lebih praktis. Jelas sangat berbahaya, sebaiknya gunakan sepatu.

Untuk pakaian, jangan terlalu ketat atau bahannya memberatkan tubuh. Menurut Andry, jika perjalanan siang, kenakan pakaian yang bisa menyerap keringat. Juga jangan yang bisa menyerap panas matahari (pakaian warna hitam).

Memaksimalkan kerja otak
Bila perjalanan memakan waktu lama, setiap 2 sampai 3 jam sekali, pengemudi harus istirahat dan meregangkan otot-otot. “Kalau sudah mengemudi 2 jam, istirahat 15 menit,” ungkap Andry Berlianto dari Jakarta Defensive Driving Center Consulting (JDDC).

Langkah itu perlu dilakukan untuk memberi waktu istirahat buat otak. “Kalau sudah istirahat dan menyetir lagi dengan waktu yang sama, istirahatnya tidak lagi 15 menit, tapi 30 menit,” pinta Andry.

Terpenting, katanya, sebelum memulai perjalanan, calon pengemudi harus tidur sedikitnya 6 jam. Dan sebelum berangkat tidak ada aktivitas lagi. Jadi, bangun, mandi dan langsung berangkat.

Dokumentasi Mudik Tahun Lalu nih 🙂

mudiksss02

mudiksss03

mudiksss04

Advertisements

About this entry