Saya Nyaris Jatuh …


Ciitt .. sreseettt sreseetttt …. ngekkk …. huff akhirnya kendaraan berhenti tepat waktu. Binal sekali gerakan Supermoto saya pagi tadi. Bertahan di kecepatan 40-50 km/jam dengan asumsi kendaraan di depan tidak akan membuat masalah ternyata berujung miskalkulasi. “Jangan pernah ber asumsi !”, begitu penekanan mentor saya Jusri Pulubuhu tentang bagaimana kita seharusnya melakukan pergerakan. Ada apa siy ?

brake02

Lepas dari jalan pintas di seputaran Jatiasih menuju Jatiwarna, satu putaran masuk ke pintu tol membuat mobil dari sisi kanan bergerak ke sisi kiri. Kecepatan masih dalam kondisi aman tapi over-dinamis nya lalu lintas membuat satu kejadian nyaris berujung kecelakaan.

Kesalahan mobil tadi :
–> Mobil tadi melakukan gerak putar tanpa memberikan sinyal dalam jarak ideal, terhitung sein menyala hanya sekitar 5 meter sebelum kendaraan ber manuver ke kiri. Jarak ideal sebenarnya sein sudah harus menyala 50 meter sebelum kita berbelok atau bermanuver, ini semata-mata untuk memberikan kode ke pengguna jalan lain untuk menyikapi pergerakan kita.

Kesalahan saya tadi :
–> Underestimate situasi dengan tidak memperhitungkan ruang gerak mobil dan motor, ruang berputar mobil, dan kemungkinan ketidaktauan pengemudi dalam hal tata cara mengemudi aman. Hasilnya harus putar otak untuk menghentikan kendaraan dalam sepersekian detik tanpa mengajak pihak lain terlibat dalam bahaya. Ppfff … kenapa saya tidak memperhitungkannya.

Saya lakukan rem sejadi-jadinya, meski sempat berdecit akhirnya teknik lepas-tekan-lepas-tekan ala ABS dilakukan untuk menghindari ban terkunci lebih lama. Proses berhenti pun terjadi tepat waktu. Awalnya ingin membuat perhitungan dengan mobil tadi tapi toh ga akan ada gunanya karena dia sedang “terjebak” di kerangkeng besi bodi mobil.

brake01

Proper and correct tehnique :

  • Gunakan dua jari di tuas rem depan, sisa jari lain memposisikan diri di putaran grip untuk memutar gas demi sebuah proses ‘escaping’ selanjutnya,
  • Awas .. jangan lupa cek spion dulu sebelum rem, ntar kesundul yang belakang kan ga lucu,
  • Lepas-tekan-lepas-tekan membuat proses pengereman menjadi ala ABS dan menghindari ban terkunci,
  • Percayakan kemampuan dan pengetahuan berkendara anda,

Rem memang terkadang jadi solusi instan pengendara dalam menyikapi bahaya, ini yang keliru. Padahal jika salah teknik saja bisa berujung menimbulkan masalah baru. Fungsi rem bukan untuk menghentikan kendaraan tapi hanya untuk memperlambat putaran roda saja. Di sinilah faktor ketangkasan serta pengetahuan tentang skill dibutuhkan, demi masuk ke elemen ‘Recovery Riding’ dan lepas dari momen berbahaya.

Well .. saya tidak hebat tapi saya bersyukur karena terlatih. Beruntung tidak ndlosor pagi-pagi. Ride safe all ……… kita tidak akan pernah tau kualitas pengguna jalan satu sama lain.

sumber foto : Google “Motorcycle Braking”

7 thoughts on “Saya Nyaris Jatuh …

  1. Wah, makasih banyak masbro buat tipsnya. Jadi nambah ilmu. Cuma susah juga kalo harus liat spion dulu sebelum ngerem. Soalnya kalo udah kejadian gitu biasanya saya udah panik duluan maen teken tuas rem aja. Hmmmm….berarti masih harus banyak2 dilatih lagi nih skill saya😀

    1. cek spion .. di situlah konsep defensive di mainkan, murni untuk keselamatan .. kalo sudah terbiasa dengan pola cek spion maka segala hal yang bersifat darurat pasti di awali dengan proses cek spion untuk deteksi bahaya ..

      mudah kok🙂 ….

  2. gue ga bisa lebih setuju lagi…betul banget…gak bisa kita bilang..”ahhhh lu yang salah..goblok sih….”
    saya jatuh 3 kali dan kesalahan saya selalu sama “yaitu tidak memberikan ruang untuk kesalahan orang lain”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s