Jakarta 26 Oktober 2010


Kemacetan semalam memang bukan yang pertama, tapi juga bukan yang terakhir. Membludaknya kendaraan tanpa batas serta tidak berfungsinya alat transportasi sesuai harapan membuat rakyat Jakarta dan para komuter mencari jalannya sendiri. Lebar jalan ibukota pun tak sebanding lagi dengan jumlah kendaraan. Prediksi macet total pada 2015 dengan hanya menyisakan kecepatan 5-10 km/jam sepertinya akan datang lebih awal.

cet02

banjir jalur Buncit

Jam 5.30 akhirnya pulang dari kantor. Macet, pasti! Saya sudah siapkan itu. Kemacetan sepanjang Tarogong – Fatmawati – Cipete – Pejaten hingga puncaknya banjir setengah roda motor menyita perhatian di jalur Buncit. Cekungan jalan membuat lumpuh arus dari dua arah. Motor yang menyerah akhirnya mencari putaran balik. Motor yang mumpuni menerabas banjir pun nekat agar cepat lepas dari kemacetan.

Nyonya ternyata terjebak di sekitaran Pancoran, mau sampai jam berapa berada di kubikal mobil dengan kondisi Jakarta seperti ini. Taksi bukan lagi solusi. Motor pun mengarah ke arah Pancoran secepat kilat sambil menerobos kemacetan dan meninggalkan kendaraan roda empat yang semua diam terpaku. Bye bye cars hahahaa …

cet03

*my KLX and nyonya @ Shell MT Haryono

Sampai titik jemput arah putaran berbalik ke arah MT Haryono menuju Cawang. Disinilah puncak kemacetan terjadi, Buncit belum seberapa ternyata. Jam 21.00 masih di jalur MT Haryono. Titik terang baru muncul setelah turun ke Cawang melalui jalur potong Otista yang tembus ke Halim. Kalimalang ternyata membahagiakan. Rasanya semua kendaraan sudah terjebak sebelum Cawang, Kalimalang menjadi padat lancar. Land home sekitar jam 22.15.

cet01

Tips antisipasi perjalanan hujan dan banjir seperti semalam :

  • Kenali beberapa jalur alternatif. Kenali daerahnya, apakah rawan banjir atau tidak termasuk waktu pangkas sampai ke tujuan,
  • Siapkan kendaraan dengan bensin dalam kondisi full tank atau secukupnya, antisipasi jebakan macet dan konsumsi bahan bakar, jangan lupa mesin pun kudu dalam kondisi baik,
  • Jika lelah, jangan paksakan untuk jalan. Berhenti adalah solusi terbaik, banyak tempat singgah termasuk pom bensin, minimart, warung bahkan halte-halte dan jajanan pinggiran,
  • Safety gear tetap harus diutamakan. Ga pake cerita kudu lepas sepatu pas hujan-hujanan. Keselamatan tetap utama,
  • DAN … mengambil keputusan naik kendaraan ya harus berani tanggung resiko. Capek, lelah, macet adalah resiko dan jangan mengeluh.

Tetap Semangat braders…. Jakarta ya begini !!

6 thoughts on “Jakarta 26 Oktober 2010

  1. ❓ saya baru pertama kali mengalai macet di jakarta, mas bro… perjalanan dari senen ke palmerah… hmmm…

  2. emang muantep…terjang banjir pake klx….maknyussss

    oya mas bro, tuch beli briket klx dimana ya?
    ane lg cari buat mtr klx ane….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s