Oknum Polisi vs Biker Sipil tapi melek Safety !


Ketika kesatuan dianggap menjadi sebuah kekuatan, dan ketika jejaring sosial cukup ampuh menjadi media untuk menjatuhkan. Mungkin kalimat itulah yang saya anggap pantas untuk mewakili ‘sesuatu’ yang terjadi di dunia mailing list ‘road safety’. Tak disangka kejadian singkat berlanjut ke situasi yang cukup panjang. Dalam konteks keberpihakkan maka dengan sepenuh hati menaruh support kepada rekan saya bro Ecko Gibrant, rekan yang aktif di Road Safety Association. Ada apa sih ?

siapadia

Copy paste kronologis berdasarkan content milis yang muncul kamis, 21 Oktober 2010. Data googlegroups RSA versi akun Gmail yang saya punya mencatat sebagai berikut :

from    Eck0 GibR@nt / 554 <eko.barac@gmail.com>
reply-to    rsa-indonesia@googlegroups.com
to    RSA <rsa-indonesia@googlegroups.com>
date    Thu, Oct 21, 2010 at 10:31 AM
subject    [RSA-INA] Tindakan Tidak Menyenangkan Oknum Polisi dengan Stiker Club

Pagi ini berubah menjadi agak panas akibat ulah oknum polisi yang arogan. Cerita ini berawal saat saya baru saja memasuki Jl. Juanda Depok sekitar pukul 08.10, saat itu terdengar suara Khas knalpot motor Satria FU 150, setelah motor tersebut melewati saya,,ternyata yang lewat adalah seorang “Polisi” menggunakan Rompi Hijau dan Helm Full face berwarna Putih lengkap dengan HT dan Antena panjang di dada…Yang lebih canggih lagi, oknum ini posisi berkendaranya seperti valentino Rossi di arena lintasan balap,,”Ngetest Motor nih Yee,,ucapku saat itu”.

Saat itu cuma bisa geleng2 kepala aja melihat sang oknum ini,,,terlihat bawa motornya potong kanan, potong kiri, dengan power motor yang cukup lumayan,,,,dan saat itu saya hanya bisa,,semoga dia bisa sadar bahwa dia ini adalah pengayom masyarakat masa ngasih contohnya kaya gitu,,,,”ya udah deh biarin aja lah,,kebelet ee mungkin dia, ucap ku dalam hati”

Perjalanan ku lanjutkan,,,jalan Margonda lumayan padat dan terjadi sedikit kemacetan saat pertemuan arus di lingkar UI. Saat saya memasuki daerah Universitas Pancasila,,,terdengar lagi Knalpot Khas itu,,tapi kali ini tidak hanya 1 motor,,tapi kayanya 2 motor nih,,,tidak lama berselang,,ehhh ga taunya si Oknum Polisi ini lagi yang tadi ngetest motor di Juanda,,,dan dibelakangnya di buntuti satria FU berwarna Hitam dengan knalpot gahar juga,,kayanya sih si pengendara FU yang dibelakangnya ini panas juga karena gaya berkendara si oknum polisi yang sangat arogan..

Menjelang masuk daerah stasiun lenteng,,karena kondisi lalin lumayan padat,,mereka berdua berhasil kusalip,,dan si oknum ternyata kaget saat kubalap,,,dan ban motor dia langsung sengaja di tabrakkan ke knalpot saya..karena saya merasa tidak bersalah, saya buka kaca helm dan dia malah marah dan menyuruh saya berhenti.
Kupinggarkan kendaraan saya berbarengan dengan beliau, beliau pun turun dari motor dan terjadi percakapan yang cukup panas disana

Oknum : kamu klo belok jangan main asal potong gitu aja
Saya    : loh,,saya belok juga nyalain sein, dimana salahnya ?
Oknum : tapi ga bisa main belok dari kiri aja
Saya    : Lu ga usah ngajarin gwe lalin, lu itu dari cimanggis gwe perhatiin bawa motornya aja arogan, motong kanan, motong kiri seenaknya
Oknum  : kerja dimana kamu
Saya     : Kerja Di Aston, ada apa memangnya ?
Oknum  : ” Mengambil handphone lalu memphoto plat no saya”
Saya     : ” Ambil handphone juga, langsung memphoto plat no belakang okum ini juga “
Ohhhh,,anak motor juga toh,,,bikin malu aja lu anak motor kelakuan kaya gini
Oknum  : Sudah jalan sana kamu
Saya     : tanpa basa basi langsung meninggalkan TKP

Sungguh miris melihat oknum ini,,kejadian ini sudah saya laporkan ke Humas club motor tersebut, dan semoga dapat identitasnya biar sekalian ditindak lanjuti ke Propam ( Provost ) sekalian.

Semoga dia bisa berubah dan mohon maaf foto ini tidak saya edit atau saya tutup2i karena ini kejadian tidak ada rekayasa sama sekali

Salam

Ecko Gibr@nt

Jrenggg ………….
Diskusi terus berlanjut dengan beragam komentar dan interpretasi. Saya yang ikutan komen coba memberikan sedikit referensi soal strategi pengendara dalam menjauhi konflik. Tak disangka konflik sederhana berlanjut pada kasus ini. Sekarang sudah tidak lagi bermain di ranah diskusi yang ingin saya kembangkan karena cerita sudah berubah 180 derajat.

Melalui berbagai postingan serta dokumentasi akhirnya ditemukan bahwa oknum yang disebut bro Ecko adalah juga warga bikers, khususnya klub Suzuki Satria (SSFC). Melalui jejaring sosial Facebook oknum tadi pasang beberapa status yang menggambarkan kejadian pagi, entah versi mana yang harus di pegang. Belum lagi hasil post yang masuk di blog SSFC yang kemudian dihapus. Bagusnya rekan-rekan penggiat dan penghuni milis Road Safety sudah menyimpan print screen yang setidaknya bisa jadi barbuk orisinil.

Komentar saya. Oknum ini memang sudah proaktif menggunakan media kekuasaannya sebagai anggota penegak hukum, belum lagi hal-hal yang bersifat menjatuhkan nama baik rekan saya bro Ecko Gibrant. Secara personal saya cukup mengenal baik bro Ecko, ramah, murah senyum dan cukup kuat dalam melepaskan argumentasi.

Jumat siang ini kabarnya bro Ecko akan hadir di Polda, apalagi kalau bukan melaporkan karena satu yang paling fatal adalah oknum ini menaruh bro Ecko di dalam DPO. Tindakan proaktif yang keterlaluan.

Semoga kasus dapat selesai dengan baik.

Dibutuhkan saksi serta argumentasi kuat saat kejadian apakah tindakan negatif saat oknum berkendara adalah dalam upaya mengejar perilaku kejahatan, karena akibat kejadian ini pula bro Ecko sempat di cap menghalang-halangi upaya Polisi dalam melakukan pengejaran tersangka.

Tindakan berbasis emosi seperti yang gegabah dilakukan oknum memang patut mendapatkan pelajaran. Pelajaran tentang etika berkendara, tentang bagaimana seharusnya melakukan pengejaran, tentang bagaimana memperlakukan atribut, serta tentang bagaimana menyikapi kode etik jejaring sosial.

Akhir kata. Dukungan saya untuk mu bro Ecko. Good Luck !

Advertisements

About this entry