Test Ride Minerva Fischer 650


Ini dia motor tes yang ditunggu, Minerva Fischer 650 MRX. Sempat saya gagal tes karena absen yang saya isi ternyata berbeda dengan absen jatah tes, hasilnya nangkring di urutan ke 14 daftar tester. Kesan pertama yang saya lihat adalah kecantikan bodi besar nya dengan buritan yang menjulang. Seat menggunakan prinsip egois alias single seater, sebuah konsep yang mengarahkan bahwa motor ini adalah motor peruntukkan balap. Jelas ga akan nyambung jika dipakai untuk kegiatan di jalan raya. Sensasi yang diberikan layaknya kita menunggangi motor balap Moto2 yang sama-sama berkutat di kapasitas mesin 600 cc.

fisch05

Bagaimana dengan ergonomi nya ? Tak perlu khawatir. Besar kendaraan bukan menjadikan ukuran tubuh menjadi kendala. Saya dengan tinggi 167 cm-an masih ajeg menahan berat motor bahkan kru Otomotif dengan tinggi di bawah saya pun nyaman-nyaman saja, paling posisi badannya saja yang akan jinjit atau miring sebelah pada saat motor dalam keadaan full stop. Begitu gas dimainkan dan motor berjalan postur pun bukan masalah. Silakan bermain dengan kecepatan.

fisch06

Masuk ke sirkuit dengan kecepatan sedang tampak Fischer justru lebih nyaman ditunggangi ketimbang Megelli 250, maksudnya dari sisi berat motor dengan kapasitas mesin yang seharusnya lebih ringan Megelli. Putaran galak gas perlahan melahap semua tikungan sirkuit. Ketika hendak masuk gigi 4 tampak harus ada usaha keras untuk mencungkil guna menambah percepatan. Yang awalnya cukup ringan maka di perpindahan ke 4 kaki mesti lebih menjulur untuk mencungkil lebih keras. Hati-hati dengan hentakan mesinnya saat perpindahan gigi.

fisch02

Kekuatan rem nya pun bagus. Pada edisi awal piranti non Brembo yang tampak melekat, tapi untuk edisi berikutnya tampaknya banderol 160 (atau 120 ya? *lupa) jutaan sudah membawa serta peranti kelas wahid milik Brembo, dua piringan mengawal ban depan. Saat dibawa di trek lurus kecepatan saya tahan di 140 km/jam, dominasi rem depan saat braking point tampak kuat menjaga irama gerak motor, waspadai rem belakang dimana pada kebutuhan balap penggunaan rem belakang secara berlebihan bisa membuat buritan motor bergerak liar. Oiya, tester lain mampu mengurai kecepatan hingga batas 180 km/jam. Ayunan saat menikung terbilang ringan meski saya tidak bisa cukup rebah karena keterbatasan apparel.

fisch03

Punuk depan nya sanggup menahan dagu untuk lebih bungkuk. Posisikan tubuh ke belakang dengan kepala tersembunyi di balik tudung untuk mengurangi berat saat motor meluncur di trek lurus dengan kecepatan tinggi. Posisi tanki besarnya cukup enak untuk menahan kepala. Jangan keasikan, naikkan lagi kepala saat menuju mulut tikungan. Gas sudah harus ditutup dan kemudian konstan ditahan sepanjang tikungan. 3 lap sesuai perijinan saya lahap dengan puas.

fisch04

Overall, memang target penjualan jika didampingi dengan kebutuhan pemakaian maka motor ini hanya cocok untuk penghobi dan menggunakannya hanya di lintasan balap. Torsi besar nya bukan di tujukkan untuk pemakaian luar sirkuit, ini jika mengacu kepada situasi jalan raya di ibukota. Harga miringnya jika dibandingkan dengan besar motor sejenis tentunya Minerva Fischer 650 MRX cukup layak dimiliki. Desain tajam, buritan besar ber single seater dengan knalpot undertail membuat motor ini terbilang matang secara konsep. Lagi-lagi .. Minerva Indonesia harus siap-siap dengan layanan purna jual nya. Gas poll brooo ….

fisch01

fisch07

*Ucapan terimakasih di alamatkan pada undangan dari Mr Testo Otomotif Friends sekaligus Minerva Indonesia atas kesempatannya.

mrtesto

foto diambil oleh : http://bodats.wordpress.com/

3 thoughts on “Test Ride Minerva Fischer 650

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s