Satu malam di Pelabuhan Ratu


( lanjutan … ) Menikmati malam di Pelabuhan Ratu (PR) memang mengasyikan, deru ombak yang sayup terdengar dan sulit dilihat menjadi eksotisme tersendiri. Malam minggu (18/9) suasana begitu ramai. Lalu lintas padat oleh lalu lalang wisatawan, baik dari sekitar PR atau dari luar kota. Di tengah riuh nya malam ternyata banyak yang mesti saya komentari saat berada di tengah situasi ini. Sisi jalan sepanjang pantai PR minim penerangan, atau bahkan dibilang tidak ada. Kendaraan hanya mengandalkan lampu depannya untuk menerjang jalan. Belum lagi fenomena pengendara yang kurang tertib saat mendahului atau bergerak pada lajurnya. Dengan tingkat penerangan seminim ini kualitas lalu lintas di sepanjang PR terbilang berbahaya.

atnight

Bahaya tinggallah bahaya, mungkin tidak banyak individu yang mau ambil pusing soal mengerti apa yang namanya bahaya. Malam itu saya dan rekan mencari makan malam di seputar PR. Ketimbang harus bersantap malam di sepanjang pantai kami memutuskan bergerak ke arah kota PR. Bukan rahasia lagi kalo harga makanan di restoran sepanjang pantai terhitung cukup mahal. “Kemang aja kalah !”, ucap sang rekan. Akhirnya kami mampir di sebuah tenda makan di tengah kota untuk menyantap sate kambing. Warung nya bernama “HENI”.

Alhamdulillah kenyang. Ada satu pertanyaan yang coba saya tanyakan ke yang empunya warung, disitu tertera “Kerecek Kambing”, ternyata menu itu mirip-mirip tongseng tapi dengan kuah yang lebih terang, alias tak bersantan ala tongseng. Saya pikir semacam kerupuk dari kulit kambing, tau gitu saya coba deh ketimbang melahap sate-nya🙂. Gpp, mengenyangkan juga kok .. Tinggal istirahat di penginapan sambil menunggu hari esok tiba.

Ternyata minimnya penerangan juga melibatkan sisi kota PR, kota tampak tidak begitu terang. Belum lagi POM Bensin yang ternyata sudah tutup, awalnya saya ingin mengisi tanki KLX 150 sekedar ingin full-loaded saja tapi ternyata saya harus menunggu hingga esok pagi. Seperti tulisan di ending paragraf terdahulu … Tinggal istirahat di penginapan sambil menunggu hari esok tiba.

#nyodorin PR soal penerangan jalan buat pemerintah daerah Pelabuhan Ratu

( bersambung … )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s