Road Attitude Stupidity … terus-terusan ….


ondroad

Entah harus menyalahkan siapa jika sudah berhubungan dengan yang namanya etika berkendara. Dinamika lalu lintas Jakarta serta merta tidak akan dipenuhi pengendara berkualitas tinggi, contoh tiap detik pun tersaji … road attitude stupidity. Apa maksudnya ? Yuk mari ukur seberapa besar tingkat kualitas berkendara kita di jalan raya, khususnya di ranah ‘attitude’.

Contoh awal, pemandangan macet itu sudah biasa. Lampu merah menuju ujung jalan Pejaten tengah ramai. Space masih cukup untuk bisa maju ke depan. Lho kok ada berisik bunyi klakson ? Saya hampiri sumber bunyi. Ya ampun, si bapak yang sedang berboncengan sibuk membunyikan klakson tanpa henti, nada panjang pula. Saya lihat ada apa situasi di depan, ternyata mau di klakson sekeras apa pun percuma. Mobil di depan tengah terhambat untuk bergerak ke kiri, ruangnya ditutupi oleh dua motor lain yang menyerobot ke depan lampu merah. Apa si bapak tidak bisa monitor situasi, mata tidak digunakan, empati apalagi. Saya hanya bisa melambaikan tangan sambil ngucap dari balik helm .. “sssttt .. berenti .. di depan mobil ada motor !”, syukurnya seketika itu juga dia berhenti.

Contoh lagi, masih seputar ruas jalan yang sama. Saya konsisten di jalur sendiri. Ya ampun, pemandangan mengambil jalur lawan seperti sudah biasa. Saya hendak berbelok ke kanan dan lampu sudah menyala merah,. Berhenti donk. Kok ya ada aja biker lain yang sontak mau memukul karena merasa jalannya di ambil. Kan dia berada di jalur lawan arah, oooo … yup yang salah adalah yang benar. Maklum, Jakarta gitu lho.

Pathetic Bikers .. sayangnya angka pathetic mengarah ke angka mayoritas. Road Survival adalah penanganan intens menjauh dari bahaya. Be a survival.

Advertisements

About this entry