Valentino Rossi ke Ducati


Selamat datang buat Valentino Rossi di kubu Ducati musim balap 2011. Usai sudah penantian fans Ducati dan juga fans VR, Yamaha resmi melepas VR dan memberikan kesempatan lebih kepada sebuah talenta hebat bernama Jorge Lorenzo.

VRDuke

Ducati bakal memakai jasa VR selama dua tahun, 2011 dan 2012. Rossi bakal berbaju balap merah. Bakal hadir kombinasi apik dengan warna kuning VR. Usai sudah masa bakti VR di Yamaha sejak 2004. Ultimatemotorcycling resmi merilis kabar perpindahan ini pada 15 Agustus 2010 paska lomba Brno, Ceko. Ducati and Valentino Rossi Officially United.

Harus diakui bahwa VR masih jadi magnet utama pentas balap MotoGP dan kini Ducati lah yang di untungkan karena perpindahan ini meski hanya 2 tahun. Bisa apa hanya 2 tahun ? Apakah VR mampu menguasai Desmo GP 11 nantinya, dan siapa yang akan jadi pembalap utama Ducati ? Dia atau Nicky Hayden ? Filippo Preziosi (Ducati Corse General Director) juga turut mendukung penuh kedatangan VR bahwa nantinya akan ada paket hebat motor Ducati.

Berikut kutipan curhat VR soal perpindahannya dan hubungannya dengan pake motor YZR M1, “Many things have changed since that far-off time in 2004, but especially ‘she’, my M1, has changed. At that time she was a poor middle-grid position MotoGP bike, derided by most of the riders and the MotoGP workers. Now, after having helped her to grow and improve, you can see her smiling in her garage, courted and admired, treated as the ‘top of the class'”.

Reuni Repsol Honda duet VR – NH di tahun 2003 terulang lagi. Kali ini mereka bernaung di bawah bendera DUCATI. Harapan saya ? Fenomena motor Italia ditunggangi pahlawan motorsport Italia terjadi sudah. Tinggal tunggu pembuktian dan saya rasa VR dan NH akan bisa berbaik di level atas, top three next season 2011. We’ll see.

Hiks …. “Now the moment has come to look for new challenges; my work here at Yamaha is finished. Unfortunately even the most beautiful love stories finish, but they leave a lot of wonderful memories, like when my M1 and I kissed for the first time on the grass at Welkom, when she looked straight in my eyes and told me ‘I love you!'”

Advertisements

About this entry