Ber Empati lah di Jalan


Banyak pro dan kontra menghadapi isu sepeda motor sebagai sebuah solusi transportasi. Satu pihak berjuang keras ‘meminta’ transportasi yang layak dan nyaman. Satu pihak berjuang untuk kesetaraan kaum komuter (bikers). Satu pihak berjuang untuk meminta pabrikan menekan angka produksi mereka ke jumlah terkecil. Satu lagi berjuang agar bikers mau meluangkan diri untuk meningkatkan kualitas. Sungguh sebuah perjuangan berat dengan satu tujuan … menyelamatkan nyawa manusia agar tidak terbunuh di jalanan.

share the road please

Masalah kompleks dan tinggal minat kita masuk ke porsi yang mana. Siang ini saya baru menyelesaikan artikel kecelakaan di Rajamandala tempo hari. Rekan saya menjadi saksi yang begitu merinding begitu melihat kejadian di depan matanya. Dua motor dan mungkin empat nyawa melayang, satu motor satu pengendara dan satu motor berisi satu keluarga. Saya tempatkan artikel ini di antrian artikel yang akan muncul di majalah Motobike di edisi-edisi mendatang. Menulisnya pun saya sampai merinding.

Selama perjuangan-perjuangan di atas terus berjalan saya sebisa mungkin mengisi porsi sesuai kemampuan saya saja. Paska membaca artikel dari twowheelsblog soal pergerakan tangkapan mata, disana secara singkat dijelaskan betapa mata sesungguhnya hanya sanggup menelan informasi penglihatan sebanyak 20 %, sisanya otak yang akan bekerja mengambil keputusan. Disinilah kerap terjadi kesalahan pengambilan keputusan.

Maka … ber Empatilah. Perhitungkan setiap jengkal pergerakan kita di jalan raya. Perhitungkan lagi untung-rugi nya. Jangan egois. Berbagilah dengan sesama pengguna jalan. Jangan tambah lagi angka kecelakaan.

SIMAK VIDEO BERIKUT :

Advertisements

About this entry