Jangan Melupakan Lampu Sein


JDDC Crash Free Int’l kali ini akan mencoba memberikan pemahaman lebih kepada fungsi lampu sein pada kendaraan. Sebuah fitur nyala lampu yang dapat digunakan sebagai kode kepada kendaraan lain agar dapat mengerti pergerakan Motobiker saat berada di tengah padatnya lalu lintas.

awasssss

Apa yang Motobiker pikirkan saat melihat lampu sein kanan kendaraan di depan anda menyala ? Umumnya pasti akan langsung mengambil inisiatif menggerakan kendaraan kita ke kiri atas dasar keyakinan bahwa kendaraan di depan pasti akan bergerak ke kanan.

Apakah kejadian di atas itu pasti ? Ketika sein kanan kendaraan menyala apakah pasti kendaraan tersebut akan bergerak ke kanan ? Pernah melihat kendaraan dengan sein kanan menyala tapi justru bergerak ke kiri ? Atau pernahkah melihat kendaraan dengan sein kiri menyala tapi justru tidak lantas berbelok tapi tetap melaju ke depan ? Inilah fakta yang ada di lalu lintas Indonesia.

Nyala lampu isyarat (sein) di Indonesia masih multi tafsir. Tengok fenomena lalu lintas luar kota yang banyak diisi oleh kendaraan besar seperti truk dan bus. Ketika sein kanan menyala bisa saja kendaraan tersebut (bis / truk dan sejenisnya) tengah memberi  kode agar kendaraan di belakang jangan menyalip, karena di lalu lintas lawan arah tengah ada kendaraan lain. Satu deaerah tentunya berbeda dengan daerah yang lain. Bisa jadi justru sebaliknya, ketika sein kanan menyala bisa saja kendaraan yang disebut di atas tengah memberi kode bahwa lalu lintas di depan aman dan mempersilahkan kendaraan di belakang untuk mendahului.

Lalu bagaimana antisipasi terbaik yang dapat Motobiker lakukan ?

Sebagai pengendara yang defensif (antisipatif) idealnya Motobiker langsung mengambil sikap sebagai berikut :

  • Pikirkan bahwa lampu sein kendaraan di depan menyala dengan baik,
  • Ambil sikap hati-hati sambil menunggu pergerakan yang pasti dari kendaraan di depan,
  • Lakukan komunikasi menggunakan klakson atau lampu untuk menarik perhatian kendaraan di depan seolah bertanya pergerakan apa yang akan diambil kemudian,
  • Jika sudah ada gelagat pergerakan yang pasti (bergerak atau berbelok), ambil keputusan terbaik berdasarkan pergerakan yang sudah ada.

Lalu kapan Motobiker harus menyalakan lampu sein sebelum melakukan manuver berbelok atau pindah lajur. Jika hendak berbelok idealnya lampu sein sudah dinyalakan paling tidak 50 meter sebelumnya. Ini sebagai langkah antisipasi kendaraan di belakang agar tidak terkaget-kaget dengan pergerakan Motobiker. Sederhana tapi penting karena lalu lintas di Indonesia begitu dinamis dan tidak semua pengendara atau pengemudi memiliki kompetensi yang sama dalam membawa kendaraannya.

Lampu sein juga harus menjadi kode utama saat Motobiker hendak mendahului kendaraan. Lakukan prosedur aman mendahului dengan melihat kaca spion, nyalakan sein, tengok sekilas ke arah kanan untuk memastikan kondisi aman dan lakukan komunikasi saat kendaraan tengah bergerak mendahului.

Adakah Undang-undangnya yang mengatur ? Coba tengok pasal 284 Undang-undang no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur sanksi nya. Motobiker bisa saja terkena pidana kurungan satu bulan atau denda sebesar rp.250.000,- jika melupakan prosedur pemberian isyarat ini.

Kini Motobiker sudah paham bukan tentang pentingnya pemberian kode sein saat di jalan raya. Gunakan empati dan yakinlah sikap itu akan sangat berarti dalam aspek keselamatan Motobiker di jalan raya.

Advertisements

About this entry