Kaca Spion bag.2


Minggu lalu sama-sama Motobiker sudah mengenali sejarah kaca spion dan per-Undang-Undang-annya. Kini JDDC akan mencoba memberikan pendalaman betapa kaca spion sesungguhnya adalah fitur kendaraan yang sangat penting.

Secara fungsi sendiri kaca spion (rear-view mirror) adalah media atau alat bantu pengendara / pengemudi untuk melihat situasi di belakang kendaraan. Pada kendaraan roda empat kaca spion umumnya berjumlah 3 buah, sementara pada roda dua (sepeda motor) berjumlah 2 buah. Khusus pada kendaraan roda dua sebagaimana di sebutkan pada pada pasal 106 (3) Undang-Undang no.22 tahun 2009, kaca spion adalah fitur wajib yang harus melekat pada sebuah kendaraan bermotor. Ada sanksi sebesar Rp 250.000 atau hukuman kurungan paling lama satu bulan jika Motobiker meremehkannya.

Bicara ukuran (size), kaca spion yang paling baik adalah kaca spion yang menjadi bawaan pabrikan kendaraan bermotor. Dimensi nya sudah sangat mencukupi untuk menjadi alat bantu penglihatan ke belakang. Kebiasaan konsumen mengganti kaca spion variasi beberapa hari setelah pembelian kendaraan sudah saatnya dihilangkan. Di lalu lintas yang begitu dinamis keberadaan Motobiker sudah barang tentu harus berbagi dengan pengguna jalan lain. Maka untuk melihat atau mengawasi situasi di sekitar maka diperlukanlah kaca spion. Mengganti dimensi kaca spion dengan yang lebih kecil maka akan mempersulit Motobiker dalam mengamati pergerakan kendaraan di sekelilingnya.

Bagaimana dengan penempatan atau posisi kaca spion ?

Tempatkan kaca spion pada tempat yang seharusnya seperti pada saat kendaraan keluar dari dealer sepeda motor, yaitu stang kanan dan kiri. Hindari penempatan kaca spion seperti di bawah stang motor, biasanya kaca-kaca spion kecil hasil modifikasi. Hindari juga posisi kaca spion terbalik, atau bahkan tertunduk seperti tangan tertutup. Mengatur kaca spion standar adalah dengan menyisakan sedikit gambar pundak/lengan tertangkap pada kaca.

Bagaimana jika Motobiker doyan modifikasi termasuk dalam hal modifikasi kaca spion ? Modifikasi sah-sah saja sejauh dimensi kaca spion masih terhitung dimensi yang telah di desain sedemikian rupa oleh para produsen sepeda motor. Hindari pemilihan kaca spion dengan desain meruncing cenderung tajam. Pada pemakaian sehari-hari maka desain ini justru akan menjadi potensi bahaya jika terjadi kecelakaan. Bahan runcing bisa menjadi bilah pisau tajam yang akan mencederai Motobiker.

Waspadai blind spot !.

shoulder check

Kaca spion memiliki keterbatasan bindang pandang. Ada yang namanya ‘Blind Spot’ atau titik buta. Blind Spot adalah bagian di sekeliling kendaraan yang tak dapat terlihat atau sisi bidang pandang yang terhalang. Letaknya pada setiap kendaraan memang berbeda. Pada kendaraan roda dua jika di ilustrasikan motor sedang parkir, cobalah minta teman Motobiker berdiri satu meter di sisi kanan motor. Cek melalui kaca spion maka teman Motobiker tadi tentunya tak akan bisa terlihat.

Jika kaca spion saja tidak dapat dipercaya 100 % maka diperlukan usaha lain dari Motobiker dalam meyikapi fenomena ‘Blind Spot’. Kaca berbentuk cembung dapat mengurangi efek ‘Blind Spot’ tadi. Kaca cembung tadi dapat memperluas bidang pandang pengendara terhadap keadaan di sekitarnya. Konsep “Defensive Riding’ juga memberikan usaha antisipasi ‘Blind Spot’ tadi dengan metode menoleh sekilas (Head Check). Proses menoleh sekilas ini harus dilakukan secara aktif ketika Motobiker tengah berpindah lajur, berbelok, menikung serta pergerakan lain yang kiranya dapat merubah posisi Motobiker di tengah dinamika ber lalu-lintas.

Kini Motobiker sudah mengetahui pentingnya keberadaan kaca spion plus munculnya fenomena ‘Blind Spot’. Bahkan dengan kaca spion standar pun Motobiker masih harus terus-menerus waspada, bagaimana jika Motobiker tanpa kaca spion ? Bisa-bisa potensi kecelakaan di jalan raya akan selalu menghampiri secara signifikan.

Selamat berkendara !

sumber gambarnya nih …..

4 thoughts on “Kaca Spion bag.2

    1. thank u bro link nya .. mari sama-sama giat menyebarkan aroma road safety ke orang-orang terdekat kita …. salam

  1. Bro,numpang nanya. Gimana ya caranya nyetting kaca spion yg pas dalam keadaan motor berenti? Soalnya kalo udah jalan,sudut pandangnya jadi berubah. Tenkyu😀

  2. kalo dah jalan lalu sudut berubah berarti pegangan spion bergerak tuh, ga kencang mungkin ikatannya …

    pada saat motor berhenti sisakan bagian siku menuju lengan atas yang hanya dapat terlihat di kaca spion … kapan2 saya coba foto demo nya deh ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s