Kaca Spion bag.1


*diambil dari material mentah saat saya mengirimkan content artikel untuk majalah Motobike

spion duileeee

Pada edisi kali ini Motobiker akan dikenalkan lebih dekat dengan fitur keselamatan berkendara bernama kaca spion. Seperti diketahui bahwa fitur kaca spion sering disepelekan oleh orang-orang yang belum ‘melek’ soal arti keselamatan berkendara (Safety Ride). Kaca spion standar yang sudah dibenamkan para produsen sepeda motor pada hitungan hari sudah di pensiunkan oleh para konsumen. Mereka menggantinya dengan ukuran kaca spion yang lebih kecil atas alasan agar mudah menyelinap di kemacetan.

Kaca spion juga bisa diibaratkan seperti kumis kucing dimana kucing menggunakan kumisnya sebagai alat deteksi masuk ke ruang sempit seperti celah-celah lemari atau gang-gang kecil. Jika kumis kucing mendeteksi ruang depannya sempit maka si kucing tersebut akan mengurungkan niatnya untuk masuk lebih jauh.

Dari sisi antisipasi bahaya sebenarnya kaca spion juga bisa dijadikan alat deteksi dini sekaligus pelindung. Pada ukuran sebenarnya tangkai kaca spion standar ukurannya melebihi lebar stang. Jika terjadi benturan atau gangguan dari depan maupun samping maka kaca spion ini lah yang akan tersentuh pertama kali ketimbang langsung bersentuhan dengan stang motor. Bayangkan sendiri jika yang pertama kali terbentur adalah stang motor, kendaraan akan limbung dan hilang keseimbangan seketika yang efeknya bisa membuat kendaraan oleng dan jatuh.

SEJARAH

Sebelum mengenal lebih jauh soal kaca spion maka ketahuilah lebih dulu tentang sejarahnya. Kaca spion dibuat secara resmi oleh manufaktur kendaraan dimulai pada tahun 1914. Tetapi kemunculan kaca spion ini sendiri sudah muncul dalam ajang balapan roda empat Indianapolis 500 di tahun 1911. Pada saat itu kemunculan kaca spion terjadi secara spontan.

Pada masa itu pada satu mobil diisi oleh dua orang, satu adalah pengemudi dan satu lagi adalah mekanik. Kerja tambahan mekanik adalah sebagai asisten yang memonitor keadaan di sekitar mobilnya. Suatu ketika sang mekanik berhalangan hadir, sang pembalap -Ray Harroun- memutuskan mencari cermin sebagai alat bantu penglihatan ke belakang, usaha ini terinspirasi oleh sebuah cerita pada tahun 1904 tentang pengendara kereta kuda yang juga menggunakan cermin untuk melihat situasi di belakang.

ray harroun

Cerita lain menyebutkan adanya sebuah cerita novel keluaran 1906 berjudul “the Woman and the Car”. Pada novel tersebut diceritakan bahwa sang wanita tengah menggenggam cermin agar dia dapat melihat situasi lalu lintas di belakangnya ketika mengemudi.

ATURAN SOAL KACA SPION

Pada Undang-Undang no.22 tahun 2009 kini disebutkan bahwa sepeda motor diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban. Ini semua diatur pada Pasal 106 ayat 3.

Bagaimana jika terjadi pelanggaran ? Sanksi siap menjerat dengan pilihan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp.250.000. Sanksi ini ada pada Pasal 285 ayat 1.

Nah dari jabaran diatas mulai dari sejarahnya dan juga adanya Undang-Undang yang mengatur tentunya Motobiker dapat menarik kesimpulan bahwa kaca spion menjadi fitur penting yang harus ada di setiap kendaraan.

Ukuran kaca spion standar keluaran manufaktur tentunya sudah lebih dulu melalui banyak penelitian dan riset yang ujungnya demi meningkatkan aspek keselamatan pada kendaraan. Jika fitur ini dikurangi atau bahkan dihilangkan tentu saja dapat menempatkan Motobiker ke dalam situasi yang sulit dalam mencari porsi aman dalam berkendara.

Lebih jauh soal kaca spion akan kita sama-sama lanjutkan di bagian ke dua di edisi Motobike berikutnya.

**sumber gambar : googling Ray Harroun plus this funny picture

Advertisements

4 thoughts on “Kaca Spion bag.1”

    1. agree … asal kita tau spion itu untuk apa …
      for common rider (*baca: pengendara kebanyakan), kaca spion masih di nomor duakan .. ini yang ironis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s