Cedera Tulang Rusuk


“Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya bisa jatuh juga”, begitu goda teman saya via komentar di facebook selepas saya mengalami kecelakaan naas ini. Hasil akhir dari dokter ortopedi menyebutkan saya mengalami patah tulang rusuk no.9, beruntung patahan ini tidak dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Di prediksi sambungan ini akan pulih kembali secara alami dalam 4 bulan. Alternatif pengobatan lain seperti datang ke ahli urut tulang masih saya tangguhkan.

rib cage

Kronologisnya begini.

Rabu (5/5) di tengah pelatihan offroad motor untuk klien Matan (Penyelamatan) Paspampres, saya dan mentor saya JP memisahkan diri dari jalannya pelatihan. Beliau secara bersemangat mengajak saya mengenakkan protektor standar siku-lutut, minus body armor. Kami menyusuri sisi-sisi sirkuit offroad untuk sedikit meregangkan otot. Berbagai macam halang rintang sederhana mulus kami lewati. Maklum dari sisi kendaraan kami menunggangi motor trail yang memang diciptakan untuk medan offroad.

Puas berputar-putar akhirnya kami sampai di satu titik yang juga awalnya menjadi modul pelatihan tim Matan. Ada 3 jenis medan curam yang disediakkan untuk melatih proses ‘crawling’ (merangkak naik), ‘ascending – descending’ (naik-turun). Cukup curam seperti dapat dilihat pada gambar.

trek02

Berikut pengendalian ideal yang seharusnya dilakukan saat masuk melewati modul ini :

  • Kembangkan tangan untuk membentuk sudut siku terbuka, bukaan ini akan bekerja layaknya peredam (absorber) bagi tubuh,
  • Jepit sadel sekuat mungkin dengan memberikan tumpuan utama di paha,
  • Jika turun maka condongkan badan ke belakang, jika naik maka condongkan badan ke depan,
  • Jangan lakukan kesalahan pada proses ini, jika sedang turun dan badan condong ke depan pastinya akan membuat berat berbalik menuju ke depan dan bagian belakang kendaraan akan terbalik,
  • Pandangan lihat jauh ke arah lintasan yang dituju dan jangan sesekali menatap ke bawah (ke roda) karena mata akan menarik perhatian pengendara untuk lebih cepat lepas kendali dan jatuh.

Bagaimana saya bisa jatuh ? Namanya juga kecelakaan. Setelah sukses melewati beberapa meter dalam proses menurun (descending) saya gagal mengarahkan roda depan ke jalur yang seharusnya. Alhasil roda depan naik ke gundukan dan membuat kendaraan mulai oleng. Disitulah petaka dimulai. Tangan kanan terlepas dari stang dan seterusnya saya terbawa kendaraan meluncur ke bawah tanpa kendali. Dalam prosesnya itulah stang menghantam perut bagian kanan bawah. Motor trail besar itu pun membebani kaki kanan saya dan membuat celana robek dan melukai tulang kering hingga memar. Sementara perut mulai merasakan perih.

Seketika beliau yang ada di posisi depan langsung mengantar saya naik kembali menuju ambulan yang tengah stand by. Ambulans ini sendiri adalah ambulans tim Paspampres dan beruntung tim medis mereka cepat menolong. Modul tadi memang sempat banyak membuat peserta terjatuh karena sulit dan curamnya medan.

Kamis (6/5) saya melakukan konsultasi dengan dokter umum sekaligus rontgen pada badan. Dokter umum (dr. Irwan/RS Bella) tidak bisa mengambil keputusan pasti melihat hasil rontgen antara patah atau retak dan lalu memberi rujukan untuk menemui dokter ahli tulang (ortopedi).

Jumat (7/5) saya akhirnya melakukan janji temu dengan dokter ortopedi (dr. Taufik/RS Global Awal Bros). Hasilnya setelah melihat hasil rontgen terdapat patahan di tulang rusuk ke 9. Posisi ini masih terbilang normal karena tulang masih terbalut otot dan tidak membahayakan jantung. Impaknya saya terus mengalami nyeri saat bersin, menguap, terbatuk hingga menarik nafas panjang.

Saran yang keluar dari dokter adalah keharusan saya membatasi gerak luar ruang dengan kendaraan bermotor paling tidak untuk 4 bulan. Istirahat dari pergerakan yang terbilang keras yang berpotensi menggerakan patahan secara signifikan.

Inti dari semuanya adalah cedera ini belum termasuk ke sisi yang mengkhawatirkan. Saya hanya dibekali obat untuk menghilangkan rasa nyeri dan penguat tulang. Naik kendaraan bermotor pun masih diperbolehkan asal tetap mengedepankan ke hati-hatian. Saat melewati gundukan rasa nyeri ini masih terasa menggelitik. Alhamdulillah tidak separah yang di bayangkan. Cedera ini menjadi cedera terparah yang saya alami setelah pada pengalaman-pengalaman sebelumnya cedera hanyalah sebatas luka ringan dan cedera luar.

Jadi begini rasanya mendapatkan minor broken rib injury. Jadi tau 🙂

sumber gambar diagram tulang rusuk

Advertisements

About this entry