Pilih helm ber-SNI, Pilih SELAMAT !


Bangsa yang besar, bangsa yang menghargai Standar Nasional Indonesia. Kalimat menggugah yang diharapkan mampu membuat warga negara Indonesia menggunakan produk dalam negri. Salah satunya adalah melalui penggunaan helm ber-standar nasional (SNI). Per 1 April 2010 akan resmi diberlakukan penggunaan helm ber-standar nasioanal ini seperti tertulis pada ‘Blasting SMS’ yang di uji coba pada acara seminar / panel diskusi Forum Komunikasi Kehumasan Badan Standarisasi Nasional (BSN) ber tajuk “Membangun Budaya Standar Melalui Pemberlakuan Wajib SNI Helm”.

SNI_03

Acara yang dihelat di Hotel Menara Peninsula (Selasa, 23 Februari 2010) dihadiri empat narasumber dipandu oleh moderator Fifi Alydia Yahya. Masing-masing narasumber datang dari Bidang Informasi dan Pemasyarakatan BSN, Departemen Perindustrian, Kepolisian hingga Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI).

Kompetensi produksi helm domestik sendiri saat ini sudah sesuai dengan level standar internasional. Maka diharapkan dengan kesiapan teknologi pengetesan dan produksi pada akhirnya akan tercipta produk-produk helm handal yang secara kualitas mampu melindungi para end-user yaitu para pengguna roda dua di tanah air.

Jika menilik perbandingan produksi sepeda motor dari AISI dengan produksi helm dari seluruh anggota AIHI maka dapat dilihat perbandingan sebagai berikut :

  • 2008 : AISI dengan produksi 6.264.265 unit dibarengi produk AIHI dengan 10.500.000 pcs
  • 2009 : AISI dengan produksi 5.800.000 unit dibarengi produk AIHI dengan 14.800.000 pcs
  • Pada 2010 ramalan produksi ada pada angka 6.300.000 unit dari AISI dibarengi produk AIHI dengan 24.000.000 pcs.

Jumlah yang cukup untuk melindungi seluruh pengguna jalan raya.

Fakta di lapangan mencatat bahwa angka kecelakaan tetap saja ada di angka yang mengkhawatirkan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa 88 % korban kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala, ini berarti benturan yang terjadi memang akan memposisikan korban pada situasi yang berbahaya. Dan disinilah helm menjalankan fungsinya demi mengurangi tingkat fatalitas cedera yang akan mampir ke kepala.

Disinilah peran sertifikasi yang dilakukan oleh BSN dengan SNI nya. Tanda SNI nya sendiri adalah sebuah tanda yang mengisyaratkan sebuah produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebuah SNI yang dibuktikan dengan serangkaian pengujian oleh lembaga penilaian kesesuaian (Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Uji) yang telah di akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Bentuk tanda SNI nya di sebuah helm adalah dengan sistem emboss (cetak) di belakang batok kepala. Bukan dengan stiker.

Bagaimana saat berhadap-hadapan dengan helm impor yang kata sebagian pengguna jauh lebih baik. Sesungguhnya ini hanya masalah belum ada kepercayaan yang cukup dan kurangnya sosialisasi yang membumi. Dilihat dari tahapan tes yang dilakukan para produsen helm dapat terlihat bahwa metode pengujian sudah menyamai level internasional. Jadi tidak usah khawatir dengan kualitas yang muncul di produk-produk helm domestik. Tiap negara punya sertifikasi sendiri, dan jika bicara wilayah hukum dalam negri tentunya sertifikasi legal yang dimiliki adalah versi SNI dan bukan sertifikasi luar.

Untuk melengkapi sosialiasi penggunaan helm ber-SNI maka BSN berencana melakukan roadshow Surabaya, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Serang hingga Jakarta yang akan melibatkan berbagai klub/komunitas roda dua. Rencananya sosialisasi ini akan dihelat pada 25 Maret hingga 1 April 2010.

Mari kita cintai produk dalam negri dan sertifikasi domestik. ” Ingat, mulai 1 April 2010, Pengguna sepeda motor mengenakan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Pilih ber-SNI, Pilih SELAMAT! Info: www.bsn.go.id “.

SNI_02

SNI_01

Advertisements

About andryberlianto
Daily life a modern motorcycle traveler and a (motorcycle) safety consultant. Fell in love with Kulonprogo sampe ngaku-ngaku asal Jogja ... #proud #TamanSungaiMudal #KulonprogoYuk #JogjaIstimewa #progomoto #RifatDriveLabs

9 Responses to Pilih helm ber-SNI, Pilih SELAMAT !

  1. yudibatang says:

    Pertamax

    • andryberlianto says:

      ayo dah pake helm ber-emboss SNI belum ? hehehehee

  2. devil says:

    helm mahal yang udah DOT kok masih ditilang polisi toh.. harusnya SNI syarat minimal. Klo ternyata ada DOT harusnya ga masalah, ini yang harus ditekankan pada aparat. Jangan sampai peraturan ini jadi celah cari duit buat om polisi..

    • andryberlianto says:

      bro devil …
      sebenarnya tidak usah risau ditilang karena label DOT atau apapun yang dinilai lebih baik, ini hanya masalah kepercayaan pasar domestik aja terhadap produk helm ber-SNI.

      Polisi pun menegaskan secara tersirat bahwa yang ditekankan disini adalah pemakaian helmnya bukan SNI-SNI an nya.

      Soal level uji tes kelayakan SNI sudah sama dengan DOT, jadi jangan lantas menyangka DOT lebih baik.

      thanks anyway for the comment bro .. selamat ber-helm ria

  3. masnonk says:

    Dear Bro Devil

    Perumpaan yang pas soal perbandingan DOT, SNELL, JIS dan SNI adalah dengan VISA. Sehebat apapun kita, kalau kita hendak pergi ke suatu negara tentunya kita membutuhkan visa. Pergi ke USA, Afsel, Arab butuh visa nah SNI pun begitu,kalau importir hendak memasukkan produk ke Indonesia tentunya mereka harus menghormati peraturan perundangan yang berlaku di negara kita.

    Setahu saya (CMIIW), beberapa produk lokal yang kelas premium kualitasnya jauh diatas standar manca negara. Mungkin Bro andry yang pernah bareng RSA meninjau pabrik helm bisa menjelaskan juga.

    salam,

    masnonk

    • andryberlianto says:

      Halo pak Budi .. thank lho dah mampir …

      Yup .. perumpamaan yang diberikan pak Budi sudah jelas tuh, dan soal kunjungan helm tempo hari memang saya melihat helm-helm kelas premium sudah menyamai kualitas yang ada di produk helm level internasional. Kadang masyarakat saja yang masih pesimis sama kualitas yang membawa-bawa nama Indonesia.

      Soal helm patut diadu, tinggal konsumen yang harus pintar pilah-pilih helm sebelum membeli, selain harga tentunya pertimbangan model yang sesuai kepala dan kualitas bahan patut di kedepankan.

      oiya .. pak Budi ini dari BSN lho .. bukan begitu pak ?

  4. wooowww…
    Jujurrr saja helm saya belom beremboss SNI..

    lagi bingung, mau bli yg mana…

    kalo boleh mau nanya, helm gardio itu ud termasuk yg ber-SNI blom ya??kan pembuat nya PT. RAPIDTECH, anak perusahaan DYNAPLAST..

    terimakasih

    • andryberlianto says:

      gardio setau saya masih dalam taraf masuk ke daftar yang sudah lolos uji SNI

  5. Pingback: Helm SNI Seperti Apa? « kilaubiru™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: