ForSafe Operation


Forklift adalah sebuah alat bantu berupa kendaraan yang fungsinya memindahkan barang dengan jumlah besar dari satu tempat ke tempat yang lain. Mereka yang berada di belakang kemudi forklift disebut operator. Meski terlihat mudah ternyata pekerjaan sebagai operator forklift justru menyimpan kesulitan yang tinggi. Badan forklift yang besar dengan sistem penggerak roda depan dengan kemudi yang mengatur ban belakang memerlukan sosok yang terampil dan aman untuk mengoperasikannya. Bisa dibayangkan dengan daerah operasional sebuah gudang produksi lalu tiba-tiba banyak dus-dus berjatuhan hanya karena salah pengoperasian. Imbasnya tentu berkaitan dengan jumlah produksi harian.

Photobucket

30 Oktober 2009, bertempat di pabrik produksi pelumas Castrol di Cilegon, JDDC Crash Free Int’l memberikan pelatihan satu hari FORKLIFT SAFE OPERATION. Hadir tiga peserta para operator forklift yang tentunya sudah memiliki Surat Ijin Operasi (SIO). Dengan masa berlaku SIO empat tahun maka peserta pelatihan ini tentunya harus dibekali pemahaman-pemahaman baru bersifat ‘refreshment’, semata-mata agar dalam peng operasiannya tetap dalam kondisi yang aman.

Sedikit informasi mengenai ‘plant’ milik BP Castrol, pabrik ini mampu memproduksi 2.5 juta liter pelumas dalam berbagai varian untuk pasar nasional -tanpa ekspor-. Pabrik ini juga menjadi satu-satunya pabrik pelumas Castrol di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar pelumas di nusantara.

Dari berbagai diskusi yang muncul saat pelatihan banyak sekali ditemukan hal menarik yang terjadi di gudang setiap harinya. Entah pelanggaran jalur operasi Forklift hingga adanya kasus dus-dus pelumas yang terjatuh saat ingin di simpan. Di sinilah JDDC berperan untuk mengurangi tingkat insiden dalam pengoperasioan Forklift. Hadir sebagai trainer adalah Mulyanto yang sudah lama berkecimpung di dunia pelatihan semua jenis kendaraan.

Forklift sendiri memiliki batas kecepatan 5-10 km/jam dengan muatan serta 15-20 km/jam tanpa muatan. Lalu bagaimana dengan masa kerja operator forklift. Mirip dengan sistem dan masa kerja mengemudi kendaraan lain maka tiap 3 jam disarankan untuk mengambil ‘break’ 10-15 menit. Selanjutnya setiap dua jam ‘break’ dilakukan selama 10-30 menit. Maksimal kerja operator dibatasi hanya 10 jam sehari dimana 6 jam istirahat sebelum dinas sangat di rekomendasikan.

Kelas teori pada pagi hingga siang hari dilanjutkan dengan sesi praktek menjelang sore. Drum-drum kosong berjumlah 12 buah dijadikan ‘cone’ sebagai jalur berkendara zig-zag yang akan dilakukan operator dengan forklift nya. Setelah melakukan ‘pre-trip inspection’ lalu peserta diarahkan ke praktek lanjyt\Misinya adalah mengambil ‘pallet’ (papan pengangkut) lalu memutari ‘cone’ tadi dan memindahkannya ke titik yang telah ditunjuk.

Di akhir pelatihan diharapkan insiden-insiden dapat diantisipasi untuk mendukung kinerja produksi harian pabrik sampai ke proses distribusi nya.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s