Sidoarjo – Ambarawa


Day 8

Perjalanan mendekati akhir. Hari sudah memasuki hari ke 8 ( 25/9/09) dimana saya harus mempersiapkan diri kembali ke Jakarta. Sebelum ke Jakarta tepatnya Bekasi saya harus singgah dulu di Ambarawa untuk menengok makam almarhum ibu. Di dusun Kayumas Ambarawa inilah beliau ber istirahat dengan tenang.

Photobucket

Pagi hari di Sidoarjo saya memutuskan paling telat jam 6 pagi sudah harus berangkat. Sarapan kecil karena saya tau perjalanan sejauh ini tidak boleh di bebankan oleh makanan berat. Efeknya perut bekerja lebih keras saat perjalanan. Efek lanjutannya tentu saja kantuk.

“Hindari meng konsumsi makanan berat saat hendak melakukan perjalanan panjang. Cukup cemilan dan minuman untuk terus membuat perut terisi tanpa harus memaksa perut bekerja keras mengolah asupan makanan”.

Tercatat kilometer awal perjalanan menunjukkan angka KM 27.045,3. Dan titik akhir Ambarawa adalah 27.414,6. Berarti perjalanan hari ke 8 adalah sepanjang 369,3 km. Saya mengambil jalur utara Jawa Timur menuju Semarang. Urutannya adalah menuju Gresik – Lamongan – Tuban – Rembang – Pati – Kudus – Demak lalu Semarang dan menuju Ambarawa melalui Ungaran.

Lepas Gresik atas bantuan rekan yang menjadi navigator ke Bromo saya pun bergerak sendiri. Tiba di sebuah persimpangan tanpa tanda saya sempat salah ambil jalan dan naik melintasi tol. Ini sepertinya jalan yang salah karena justru sepi dari kendaraan. Di jalur ini saya hendak menempuh rute ke Lamongan. 500 m berlalu dan saya berbalik menuju ke persimpangan tadi dan langsung mengarahkan kendaraan ke arah yang sebenarnya.

“Pantau terus kondisi dan situasi jalan, keramaian lalu lintas jalur utama pasti akan berbeda dengan jalur arus yang bukan jalur utama”.

Akhirnya saya terus mengikuti penunjuk jalan menuju Lamongan. Kondisi aspal jalan terhitung sangat baik dan keramaian lalu lintas terhitung tidak padat. Sekali lagi saya saat itu sedang menjalani rute baru yang belum pernah saya ikuti sebelumnya. Berbekal peta manual dan membaca kota-kota tujuan memang membuat saya semakin menikmati perjalanan. Apalagi kondisi siang hari benar-benar membantu saya dalam perjalanan.

Akhirnya perjalanan saya pun mencapai daerah Tuban. Daerah pinggir pantai yang cukup ramai. Saya melihat hamparan air laut biru di sisi kanan jalan terhidang begitu indahnya. Saat kilometer menunjukkan angka 27,164,8 saya pun kembali mengisi bahan bakar. Semata-mata agar aman karena saya selalu melakukan pengisian saat indikator masih terlihat 3 menuju 2 strip. Satu strip di CS1 rata-rata bisa menempuh sekitar 40 km-an.

Di jalur Tuban hingga Rembang inilah saya menikmati indahnya perjalanan di tepi laut biru. Warna birunya semakin memperindah suasana apalagi cuaca hari itu terbilang cerah. Ramai jalanan pun masih dibilang tidak padat sehingga saya bisa kapan saja berhenti untuk mengambil beberapa gambar.

Laut biru di sisi kanan. Aspal mulus. Rumah dan bukit di sisi kiri. Amazing. Tanpa sadar saya tengah menjalani rute pantura dari arah timur Jawa. Baru pada rute Rembang menuju Pati pemandangan hamparan laut harus berakhir karena arah perjalanan adalah memasuki kota tanpa melipir jalur pantai.

Rute sisa yaitu Pati – Kudus – Demak juga sama baiknya. Di Rembang inilah saya kembali mengisi bahan bakar saat km menunjukkan 27.276,0. Bermain aman. Aspal mulus. Perkotaan yang tidak terlalu sepi menjadikan perjalanan semakin saya nikmati.

Akhirnya lepas Kudus dan Demak akhirnya saya memasuki tepian Semarang dan mengarahkan kendaraan mengikuti plang Solo / Jogja. Rute ini lah yang akan memandu saya naik ke Ungaran menuju Ambarawa. Layaknya kota besar Semarang siang itu tampak padat. Menjelang sore saya terus mengejar waktu agar sesampainya di Ambarawa masih bisa ke makam ibu. Akhirnya sekitar jam 17 saya pun mencapai tempat tujuan di Ambarawa. Di desa perbukitan bernama Desa Kayumas saya pun melepas penat semalam dan melanjutkan perjalanan pulang esok harinya menuju Bekasi.

Mission Accomplished : mengunjungi makam ibu sembari sesekali mengucap doa agar beliau tenang tidur di sisi Nya. Saya masih banyak berhutang budi tanpa bisa melakukan balasan yang setimpal atas jasanya. Paling tidak perjalanan panjang ini saya bisa cukup lega dapat meluangkan waktu berdua bersama almarhumah. Selamat ber istirahat bu.

day8_31

day8_31

day8_30

day8_29

day8_28

day8_27

day8_24

day8_25

day8_23

day8_20

day8_22

day8_19

day8_17

day8_18

5 thoughts on “Sidoarjo – Ambarawa

    1. salaaahhh,,,,,hahhaa,,,prbatasan jatim-jateng itu nmanya kecamatan “sarang” it msh msuk kbupaten rembang jug,,,klo lasem itu tepat sblum rembang pak gan,,,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s