Surat dari Tina


Ada sebuah surat elektonik menarik masuk di akun FB milik salah satu instruktur JDDC. Isinya berisi sedikit keluhan atas pengalaman berkendaranya yang baru saja terjadi. Dengan subjek “lesson from JDDC” isinya adalah seperti tertulis berikut ini :

“sore ini pulang kerja, tiba2 aja ada motor nyruduk dari kiri … alhasil … spion kiri gw pecah, tp gw gak jatuh … hehehe … masih inget pelajaran di kelas dulu, plus praktek di lap ambarukmo … dan hasil selanjutnya adalah : umpatan dalam hati … sambil ngeluh dikit, soale pecahan kaca spion e kena tangan ku … nyesel juga, soale biasane aku pake sarung tangan, tapi kok ya hari ini nggak … dumeh deket rumah … wehehehe”

Photobucket

(Tina, ketiga dari kiri – kacamata)

Pengirimnya adalah Maria Agustina, salah satu peserta pelatihan JDDC Crash Free Riding, saat itu Maria -akrab dipanggil Tina- ada di batch 8 pelatihan untuk staf PT Unilever area Jogjakarta bulan Juni 2009 lalu.

Kembali ke isi surat elektronik tadi kita bisa melihat betapa kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Tingkat keparahannya saja yang membedakan. Meski kronologis nya tidak bisa kita baca secara presisi tapi bisa ditarik kesimpulan ybs bisa mengatasi potensi bahaya yang bisa saja membuat ybs terjatuh dan mengalami luka lebih parah.

Nyaris jatuh memaksa seorang pengendara melakukan praktek ‘recovery riding’, artinya kita harus punya kemampuan antisipatif saat keadaan berbahaya datang menghampiri. Tentunya harus di imbangi dengan perilaku tidak panik dan tetap tenang menguasai diri dan kendaraan.

Kaca spion -menurut cerita yang tertulis- sedikit mencederai tangannya. Bila dirunut ke belakang ini bisa di antisipasi dengan penggunaan sarung tangan. Tentunya ke alpa-an ini bisa menjadi bagian dari pelajaran berkendara yang baik dimana pada waktu-waktu berikutnya pengendara bisa lebih mempersiapkan diri dalam hal antisipasi.

JDDC Crash Free Int’l merasa tersanjung diberikan apresiasi dari sis Maria yang bisa terus meng aplikasi kan konsep berkendara benar dan aman. Bagaimanapun pengendara harus mampu menempatkan perilaku defensif (bertahan / antisipatif) saat berkendara di jalan raya.

Photobucket

Photobucket

Advertisements

About andryberlianto
Daily life a modern motorcycle traveler and a (motorcycle) safety consultant. Fell in love with Kulonprogo sampe ngaku-ngaku asal Jogja ... #proud #TamanSungaiMudal #KulonprogoYuk #JogjaIstimewa #progomoto #RifatDriveLabs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: