Lontong Balap dan Suramadu


Day Six

Perjalanan sudah masuk hari ke-6. Tanpa sadar saya tidak mengalami keletihan berarti. Ini berarti kesempatan saya lagi untuk jalan-jalan mengenal kota Surabaya. Agenda hari pertama saya diisi dengan mengunjungi jembatan fenomenal milik Indonesia yaitu Suramadu.

Di Surabaya ini, tepatnya Sidoarjo saya menginap di hotel Delta Permai di jalan A.Yani. Lokasinya cukup ideal di pinggiran kota Surabaya menuju Sidoarjo. Letaknya persis di sebelah resto Aloha dan POM bensin. Jalan satu arah ke Sidoarjo dan untuk memutar ke arah Surabaya cukup bergerak sekian ratus meter ke depan. Kamar bertarif 160rb per malam saya rasa cukup ideal dengan jumlah 2 tempat tidur dan menggunakan AC.

LONTONG  BALAP PAK GENDUT

Sebelum melakukan perjalanan tentunya butuh persiapan makan. Pagi itu saya mencoba menu Lontong Balap Pak Gendut. Lokasinya di jl Kranggan. Jangan terkecoh dengan warung di sebelahnya. Warungnya paling ramai diapit gerobak es kelapa muda (degan). Sebagai teman Lontong Balap juga ada sate Kerang.

Hanya dengan kurang dari 10 ribu rupiah kita sudah bisa kenyang makan lontong balap plus es kelapa muda ini.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

SURAMADU

Inilah inti perjalanan saya di hari ke enam. Ditemani navigator cantik saya pun meluncurkan motor ke arah Kenjeran. Arah Kenjeran ini sudah bisa dilihat sejak masuk kota Surabaya. Tenang. Bagi yang tidak tau arah ya pastikan saja memperhatikan terus arah jalan.

Dari Kenjeran sudah ditemui petunjuk menuju Suramadu. Sekian ratus meter menuju mulut tol kita sudah diberikan aspal mulus dan dari kejauhan sudah tampak ramainya para pengguna jalan tol Surabaya – Madura alias Suramadu.

Tarif tol sepeda motor Suramadu adalah 3000 rupiah, sementara tarif mobil adalah 10x lipatnya. Dengan melalui jembatan tak kurang dari 5 km ini kita sudah bisa masuk daerah Madura. Angin saat itu berhembus ideal, dalam arti tidak kencang dan sangat aman bagi kendaraan bermotor untuk lewat.

Di pintu tol sudah cukup padat terlihat para pengguna motor. Saya pikir akan cukup padat saat melintas naik ke jembatan. Nyatanya tidak. Lalu lintas cenderung sepi dan kecepatan kendaraan bisa dengan nyaman di angka 40 km/jam. Kecepatan ini sesuai dengan petunjuk kecepatan maksimal yang dianjurkan saat melintasi jembatan.

Perbedaan pada jalan cukup signifikan. Roda dua diberi jalur beton, ditengah lalu aspal, sementara roda empat dapat dengan mulus dengan aspal sejak masuk jalur Suramadu.

Lepas dari Suramadu sempatkan lah berhenti sebentar untuk ber foto dengan latar belakang jembatan. Buat yang menggandeng navigator maka sepanjang jembatan untuk mengambil foto jelas bukan masalah.

Lepas tol pengguna jalan langsung disuguhi pemandangan warung-warung pinggir jalan. Buat yang ingin langsung jalan bisa langsung menikmati panjangnya aspal yang sangat mulus lebih dari 2 km. Disini silakan geber kendaraan semaksimal mungkin jika ingin tes kecepatan.

suramadu_03

suramadu_06

suramadu_04

suramadu_07

suramadu_02

suramadu_08

suramadu_17

suramadu_15

suramadu_14

suramadu_13

suramadu_10

( Bersambung : Kamal – Tanjung Perak )

Advertisements

About this entry