Haruskah anda mengendarai sepeda motor ?


Keberadaan sepeda motor (motor) di Indonesia jelas berbeda dengan keberadaannya di negri lain. Di Indonesia motor hadir sebagai  media transportasi paling murah dan paling terjangkau yang bisa di dapat masyarakat kebanyakan. Belum lagi fenomena mudik yang baru saja terjadi dimana perjalanan ratusan kilometer secara fakta mengalahkan para pemilik hobi turing di luar turing. Dengan kapasitas mesin jauh lebih kecil pengendara Indonesia mampu menaklukan sebuah pulau. Di negri seberang butuh kapasitas mesin jauh lebih besar untuk menikmati kenikmatan serupa.

Kultur yang berkembang tidak lagi menggambarkan motor sebagai media transportasi berbahaya. Yang ada justru tidak perlu dianggap berbahaya. Angka kecelakaan fantastis yang selalu terjadi tiap hari tidak mampu menggoyahkan semangat memiliki sepeda motor. Akhirnya di negri ini motor berkembang menuju banyak aspek. Motor digunakan sebagai bagian dari gaya hidup, jembatan transportasi, alat angkut barang hingga media adu kebut bagi penyuka kecepatan -meski dilakukan di luar sirkuit-. Kita pantas bangga atau pantas miris dengan fenomena motor, sedangkan produsen motor terus menggelembungkan produksinya karena permintaan nya yang terus tinggi.

should u ride ..

Lalu kembali pada judul di atas, haruskah anda mengendarai sepeda motor ? Sementara motor sendiri jika tidak dikendalikan dengan pengetahuan yang baik bisa menjadi alat pembuat celaka diri anda sendiri. Pengendara Indonesia melahirkan kemampuan berkendara atas nama otodidak atau senioritas. Si A menyebut beginilah cara melakukan ‘braking’ maka si B akan terus menyimpannya di memori kepalanya. Tak perlu lagi mencari ilmu tambahan untuk mengasah kemampuannya berkendara. Satu poin hilang. Kemalasan pengendara mencari banyak informasi mengenai literatur berkendara mengakibatkan lemahnya mental dan disiplin saat berkendara di jalan raya. Berkendara tidak hanya soal ‘skill’ atau kemampuan tapi juga mental dan sikap serta perilaku. Semua saling bergandengan untuk membentuk pengendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jika anda menjawab harus, karena kebutuhan operasional harian yang menjadikan motor sebagai media yang efisien maka anda harus mau mencari ilmu lain soal berkendara. Lepas mendapatkan SIM situasi terkini memberi fakta bahwa pengendara sudah diberi ijin untuk ‘bermain’ di jalan raya.

Pertanyaan menarik yang muncul di salah satu artikel milik www.motorcycle.com yang mengupas perlu kah kita berkendara, “Are you willing to invest some time in learning to ride the right way before hopping on a bike?”

Tampaknya pertanyaan seperti itu tidak pas jika ditanyakan ke mayoritas pengendara di Indonesia. Bukan begitu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s