Motorbikepacker and Ride Day 5


Bikepacker. Kata ini mencuat di sela obrolan saya dan rekan-rekan instruktur JDDC saat berbagi pengalaman perjalanan lintas propinsi di Jawa selama sembilan hari. Saya langsung tertarik meminang kata Bikepacker ini sebagai plesetan dari Backpacker – istilah bagi seseorang yang melakukan perjalanan dengan biaya minimal menghasilkan perjalanan yang maksimal -.

Tapi kata ini tidak bisa langsung saya klaim begitu saja sebagai sebuah sebutan pengendara roda dua yang memiliki keinginan jalan-jalan dengan biaya minimal. Langsung pagi ini saya googling istilah ini dan menemukan beberapa acuan dan informasi bahwa kata BIKEPACKER telah menjadi sebutan mereka yang memiliki jiwa petualang dan menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. Coba klik beberapa tautan berikut :

http://www.bikepacker-indonesia.com ( http://bikepackerindonesia.multiply.com/ )
http://abuziyad.multiply.com/photos/album/52/bikepacker#
http://bikemag.com/diy/diy-being-a-bikepacker/

Jadi … saya tidak bisa serta merta menggunakan kata BIKEPACKER ini. Saya menggunakan sepeda motor (R2) dan memanfaatkan roda dua ini sebagai media transportasi untuk mengelilingi tempat-tempat menarik yang tentunya pada akhirnya perjalanan ini akan dibagi ke pembaca di dunia maya. Dengan bawaan yang mencoba untuk terlihat rapi di atas motor tentunya dengan harapan bawaan ini bisa menjadi teman yang maksimal selama perjalanan.

Bagaimana dengan MOTORBIKEPACKER ? Cukup seru juga. Ah tapi sulit juga ya menggunakan kata apa yang tepat untuk kondisi ini. Mungkin untuk sementara saya gunakan saja kata Motorbikepacker ini.

bromm brommm03

Bagaimana dengan pengalaman saya kemarin ? Ingin tau persiapan barang-barang apa saja yang bawa ke atas motor.

  • PERLENGKAPAN BERKENDARA ( Full face helmet – body armor – rompi – Touring Gloves – celana turing – boots ),
  • P3K,
  • Alat Tulis ( Buku – Pena – Memo no penting hingga Peta ),
  • Alat elektronik ( Kamera – HP – Charger – Baterai ),
  • Sandal,
  • Pakaian Ganti (kurang lebih 4/5 stel, sarung), kebanyakan kaos oblong berbahan lembut,
  • Jas Hujan,
  • Dana ( Cash maupun ATM ),
  • PERLENGKAPAN KENDARAAN ( Busi, lampu, toolkit ) , untuk layanan ini saya menggantungkan diri pada ketersediaan pit stop mudik sepanjang jalur plus menghindari perjalanan malam yang berakibat resiko menjadi lebih tinggi dua kali lipat.

Semua di masukan ke 3 wadah yang tersedia di motor, masing-masing Box belakang (Givi E35 Flow) dan dua buah side bag kiri kanan tipe K 100 dari Baikerboi.

Masukan barang-barang yang sedianya mudah terjangkau saat berhenti istirahat. Minuman di box belakang sampai pakaian/kaos ganti dan jas hujan atau simpanan dana cash maupun kartu ATM. Jadi ketika berhenti cukup box belakang saja yang perlu di buka.

Side bag isilah dengan perbekalan seperti baju ganti bersih di sisi kanan sementara sisi kiri berisi makanan ringan, minuman cadangan hingga keperluan sisa lain yang kiranya tidak perlu diambil selama pemberhentian.

DAY FIVE

Bekal ini lah yang terus saya bawa hingga melangkah masuk Jawa Timur di hari ke 5 perjalanan saya. Pada Selasa, 22 september 2009 saya teruskan perjalanan ke arah timur menuju Sidoarjo. Disana saya akan melanjutkan perjalanan mencicipi Suramadu serta Bromo.

Jalur yang saya ambil adalah jalur tengah dan melintasi kota-kota berikut :
Bantul – Jogja – Klaten – Solo – Sragen – Ngawi – Nganjuk – Mojokerto – Sidoarjo , kurang lebih 500-an kilometer.

Photobucket

Jalur secara umum dalam kondisi baik dengan aspal yang juga mulus untuk dilewati. Silakan lihat foto. Kanan kiri jalan sayangnya terlihat pohon-pohon kering, maklum sedang mengalami musim kemarau. Tidak terlampau teduh memang tapi cukup menarik untuk ditelusuri. Sebelumnya setelah keluar dari kota Solo saya sempat surprise melihat TKP penembakan teroris Noordin M Top yang dijadikan ajang wisata. Saya tidak sempat melihat rumah penembakan tapi suasana di jalan itu cukup ramai. Ada saja sesuatu untuk dijual.

Berangkat sekitar jam 6 pagi dari Bantul dan masuk ke wilayah Sidoarjo sekitar jam 6 sore. Perjalanan saya lakukan tanpa target waktu tapi dengan keinginan untuk menghindari jalan berubah gelap karena masuk malam.

Memasuki daerah Nganjuk saya mulai merasakan potensi bahaya yang datang dari kanan. Ya. Angin samping. Kerasnya angin berkali-kali mendorong kendaraan ke arah kiri. Dengan motor standar mungkin akan berpengaruh sedikit. Tapi dengan bawaan 3 box di atas motor tentunya angin riskan menggoyang box belakang lalu membuat efek bergoyang. Tapi ya itulah sensasi perjalanannya.

Mau tau cerita saya terhantam bambu spanduk pinggir jalan. Ikuti tulisan di blog ini ya

Day Five to be Continued

day 5_08

day 5_09

day 5_10

day 5_07

day 5_06

day 5_05

day 5_02

day 5_01

day 5_03

7 thoughts on “Motorbikepacker and Ride Day 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s