Kepala dihantam Bambu Spanduk


Kecelakaan bisa datang kapan saja. Yang bisa kita lakukan adalah antisipasi karena kecelakaan dapat di hindari. Hari ke 5 dan dalam perjalanan ke kota Sidoarjo Jawa Timur. Semua tampak baik-baik saja. Saya selalu memberikan perhatian 100 % dalam kondisi dan situasi jalan. Apalagi rute Jateng – Jatim adalah rute yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya. Mentok bermotor dalam suasana pekerjaan pun hanya mengikuti rute Jogja hingga Solo saja. Selebihnya adalah pengalaman baru.

Masuk ke kota Solo saya sempat dibuat bingung karena lalu lintas di sini terhitung padat. Saya fokuskan mata saya ke penjuru penunjuk jalan. Ambil lajur paling kiri dan jangan sampai mengganggu lalu lintas sekitar karena ketidak tauan kita. Beruntung panah ada di setiap sudut jalan mengarahkan ke jalur menuju Surabaya.

Lepas kota Solo lalu hingga Sragen tetap ditemani cuaca yang cukup terik. Di Sragen ini lah saya nyaris celaka karena dihantam spanduk pinggir jalan. Situasinya adalah sebagai berikut.

Lajur jalan hanya dua arah, satu lajur lebarnya hanya sebesar badan truk jadi memang untuk aksi overlapping akan sulit baik dari kiri maupun kanan.

Untuk mendahului dari sisi kanan terlihat dua arah saat itu sedang padat. Mobil Panther di depan saya ada di posisi agak ke tengah. Kendaraan R2 tampak langsung mengambil sisi kiri untuk mendahului karena mobil tampak memberi ruang. Saya menjadi kendaraan ke tiga yang mendahului – seingat saya -.

Proses mendahului sukses karena sudah ada komunikasi di antara dua kendaraan. Sialnya baru melangkah 20 m-an di depan mobil tiba-tiba sebuah spanduk bambu Telkomsel tertiup angin dan tampak rubuh ke tengah jalan. Saya masih bisa melihat posisi jatuh dan langsung mengarahkan motor lebih ke tengah siapa tau bisa menghindar. Tapi bambu jatuh lebih cepat dan menghantam helm sebelah kiri. Saya langsung oleng se per sekian detik dengan rasa kaget terpukul bambu di kepala. Saya ingat pelajaran ‘Recovery Riding’ dimana jika kita panik latihlah diri sendiri untuk melakukan cara-cara antisipasi. Sederhananya ya jangan panik. Saya cek spion kanan untuk melihat bagian belakang. Kecepatan sekitar 40-50 km/jam. Satu Panther tadi tepat di belakang saya. Jika saya melakukan ‘braking’ maka hasilnya bisa saja saya yang dihantam kedua kalinya, kali ini oleh si Panther. Saya buka gas sambil terus mengendalikan motor. Motor stabil jika ada kecepatan, lintasan dan distribusi bobot. Hasilnya pun saya aman dan motor kembali tegak.

Setelah 50 m saya pinggirkan kendaraan karena saya sadar ada sesuatu yang tidak beres dengan helm saya. Benar saja, visor luar lepas dengan rel yang hilang entah kemana. Saat benturan terjadi ternyata bambu ‘memukul’ visor keluar. Saya cek ke TKP dan visor sudah tergeletak di sisi jalan dengan bambu yang juga sudah di posisi pinggir karena ikut dihantam mobil tadi ke arah luar.

Saat itu saya sampai mengutuk kinerja pemasang spanduk sampai-sampai mengutuk juga provider hp di spanduk tadi. Apa jadinya jika saya tidak berhasil mengatasi hambatan, bisa jadi saya sudah dihantam mobil di belakang.

Butuh sekitar 15 menit saya menenangkan diri sambil terus melihat kondisi helm baru saya. Ini helm baru dengan visor yang juga sulit untuk di perbaiki. Visor luar merk Airoh belum banyak tersedia di pasaran. Beruntung masiih ada visor dalam karena helm ini punya model dua visor. Saya tutup mulut dengan kain dan saya tutup visor dalam untuk melanjutkan perjalanan yang ternyata memang masih cukup jauh.

Saya dari awal perjalanan memang sempat berpikir kira-kira antisipasi apa yang akan saya lakukan jika saya nantinya terlibat dalam proses menuju sebuah kecelakaan. Bersyukurlah Tuhan YME masih melindungi nyawa saya dan terus memberikan kesehatan sepanjang sisa perjalanan ke Sidoarjo.

Bagi pemasang spanduk hendaknya lebih erat mengikat bambu ke tanah atau apapun bentuknya. Jika jatuh bisa saja mencederai pengguna jalan yang tidak tau apa-apa.

Ride Safe bro !

Photobucket

Photobucket

5 thoughts on “Kepala dihantam Bambu Spanduk

  1. Syukur ternyata pelatihan yang didalami sangat membantu dalam menghadapi masalah seperti di atas. Pembacapun pastinya akan belajar banyak dari sharing ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s