Mudik bareng Honda


Day One

Perjalanan dengan sistem mudik bareng bisa menjadi salah satu solusi dalam melakukan manajemen perjalanan (Journey Management). Gaya mudik bareng ini dilakukan kembali oleh PT Astra Honda Motor sebagai agenda tahunan. Mudik bareng hadir sebagai apresiasi Honda kepada para konsumen setianya yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Jumat, 18 September 2009 pukul 5 dini hari saya sudah berada di meeting point peserta mudik bareng di Sunter Jakarta Utara. Selain Honda, terhitung Yamaha juga menggelar acara serupa begitupun dengan Telkomsel, Indosat yang sempat saya survey apakah mengadakan mudik bareng ternyata tahun ini tidak melakukannya, mereka menghapus mudik motor dan tetap menggunakan cara lain yaitu menggunakan bus dan kereta api.

Berbekal kemudahan registrasi peserta saya akhirnya mendapatkan berbagai macam bawaan yang ternyata besarnya cukup menyita ruang. AHM cukup jeli dengan tidak menyertakan makanan berat dalam paket konsumsinya. Terhitung makanan-makanan ringan berupa biskuit dan roti dll, obat pereda masuk angin, obat mata, hingga peta, stiker dan tak ketinggalan jaket merah-putih bertuliskan Honda Genuine Parts. Jaket ini juga yang akhirnya saya alihkan ke pemudik lain yang sedang bersama sholat Jumat di bilangan Karawang.

Dengan nomor start 717 saya pun antri di barisan belakang. Kabarnya pagi itu sudah siap sekitar 1500-an motor untuk mudik bersama. Penumpang yang diketahui memiliki jumlah lebih dari dua dipersilahkan pindah tempat ke bus-bus yang telah disediakan. Saya melihat ada beberapa catatan plus minus yang bisa saya ambil :

PLUS :

  • Mudik bareng bisa menjadi solusi bepergian bersama dalam satu kelompok dan dalam satu keteraturan,
  • Kontrol penuh oleh operator mudik bareng jika sepanjang perjalanan terus dipantau,
  • Gratis bahan bakar yang dapat mengurangi pengeluaran pemudik motor,
  • Amannya jalur perjalanan karena bisa memiliki jalur lancar tersendiri.

MINUS :

  • Berkumpulnya berbagai macam karakter pengendara dengan tingkat keahlian yang berbeda-beda,
  • Pemimpin konvoi rentan mengacaukan ritme kecepatan sepanjang perjalanan,

Lalu pada akhirnya memang banyak yang perlu diperbaiki jika sistem mudik bareng ini ingin berjalan lancar. Pada kenyataannya konvoi yang diputus tiap 150 motor ini berjalan tidak terlalu mulus. Baru saja lepas start pemimpin rombongan entah sudah menghilang kemana karena barisan belakang seperti kejar mengejar di lintasan by pass Jakarta menuju masuk ke rute Kalimalang. Saya tidak melihat adanya pemimpin rombongan sementara peserta sudah menaikkan kecepatan di atas rata-rata. Bagi yang lemah disiplin mereka sudah tidak memikirkan lagi nyala lampu lalu lintas di persimpangan. Kerap ada yang menerobos.

Masuk jalur Kalimalang saya melihat sudah tidak ada lagi nuansa mudik bareng berkelompok secara rapi. Memang warna merah Honda masih mendominasi jalan. Tapi itu tidak cukup rapi karena jalur ini sudah langsung bersinggungan dengan pemudik lain di luar acara mudik bareng Honda. Saya menebak kekacauan kecil ini juga terjadi pada operator lain.

Rombongan sudah tercerai berai di lintasan Kalimalang sampai memasuki lintasan Pantura Cibitung hingga Cikarang. Puncaknya akibat dialihkannya arus mudik ke jalur pinggir Karawang nuansa mudik bareng ini sudah tidak lagi bisa dinikmati. Saya memilih menurunkan kecepatan dan menikmati sisa perjalanan ini dan tidak jadi mengejar batas waktu jam 1 agar sampai di Cirebon.

Pada waktu sesingkat itu tidak mungkin peserta bisa mencapai agenda awal di Cikampek untuk terus melanjutkan perjalanan ke Semarang dan Jogjakarta. Saya sendiri pada awalnya memilih bergabung di rombongan menuju Jogja, rencana tinggal rencana dan saya memilih bermain aman.

Ada satu konsep menarik sebenarnya yang dilakukan Honda yaitu membuat perjalanan menjadi sistem Rally. Cara bermain silakan baca pada hasil scan yang sudah saya lampirkan di tulisan ini. Cara ini bisa menjadi solusi pemudik mengatasi kejenuhan sepanjang perjalanan karena pemudik dituntut untuk berhenti pada setiap pos yang ditunjuk. Tapi saya tidak bisa menilai konsep rally ini karena sudah terlanjur memilih mundur dari sistem mudik bareng.

Jalur yang dipakai adalah jalur standar Pantura. Perbedaan hanya muncul di daerah Karawang. Jalur alternatif ini tampaknya kurang berhasil mengatasi lonjakan jumlah kendaraan. Hasilnya desa penunjang Karawang seperti menjadi area parkir karena banyaknya kendaraan berkumpul dalam satu titik. Lepas jalur alternatif pemudik sudah sampai di daerah Cikampek dan melewati jembatan yang terkenal dengan kemacetannya saat mudik. Lepas Cikampek adalah jalur standar plus dengan kemacetan yang tengah mencapai puncaknya.

Di jalur ini pula pemudik Honda bisa mengambil jatah bensin premium gratis di titik-titik pom yang ditunjuk. Cukup menghemat sekian puluh ribu. Sayang beberapa pemudik berkomentar bahwa jalur antar pom terlalu berdekatan sementara indikator bensin mereka juga belum kosong. Saya pun demikian, mengambil jatah premium karena pertamax lumayan sulit ditemui di jalur utara.

Hari menjelang gelap dan perjalanan baru saja memasuki Cirebon. Saya memutuskan mencari penginapan di jalur utama kota Cirebon. Saya tidak akan memaksakan diri terus melanjutkan ke Jogjakarta karena durasi berkendara sudah lebih dari cukup. Tiap dua-tiga jam saja secara ideal pengendara diharuskan melepas penat dari berkendara.

Malam itu Roslita Indah Hotel menjadi pemberhentian hari pertama. Tarif per malam 80 ribu sudah cukup untuk mengistirahatkan badan dari keletihan. Setelah mandi dan sholat saya pun ber istirahat untuk bisa memulai perjalanan ke esokan harinya.

Angka kilometer akhir di hotel di Cirebon menunjukkan KM 25.635,1. Saya sampai lupa menaruh dimana catatan kilometer speedo awal saat masih di Jakarta.

End of Day One .. monggo dinikmati beberapa snap shot nya🙂

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

8 thoughts on “Mudik bareng Honda

  1. Waduh ditengah ribuan orang naik motor dengan berbagai skill dan pengendalian emosi begitu malah bisa stress kalau harus jauh-jauh ya … terima kasih sharingnya bro, buat pedoman tahun-tahun depan nih.. ayo ditunggu lanjutannya

    1. bro atmojo widi … emangnya pas ada dimana hehehe …. ada kali di antara foto2 di atas :p ….

      karawang iya tuh … dalam 2 km berhenti minggir dua kali .. ga nahan panasnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s