Cirebon – Jogjakarta


Day Two

Tips dari perjalanan hari pertama :

“Yakinlah bahwa anda mampu melakukan perjalanan dengan baik. Niatkanlah sejak awal dan tetap berhati-hati di jalan”

Waktu menunjukkan pukul 5 pagi dan sesuai dengan rencana awal bahwa saya harus segera cek-out dari hotel. Mumpung udara masih pagi dan berharap tidak terbelit kemacetan di perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah.

Kelar ibadah subuh saya langsung mempersiapkan segalanya untuk melanjutkan perjalanan. Hotel ini sebenarnya opsi terakhir setelah sebelumnya rekan saya Irwan sudah menawarkan beberapa tempat untuk di inap. Sayang karena masih ada perasaan tidak enak karena harus bertemu keluarganya tanpa Irwan sendiri maka saya memutuskan mencari penginapan sendiri. Opsi alternatif dari Irwan juga datang ketika ybs menawarkan tempat istirahat di salah satu pos mudik rekannya di Cirebon. Thanks penawarannya bro.

Hari kedua, 19 September 2009. Tujuan Jogjakarta. Pada perjalanan ini saya mengambil rute Cirebon – Brebes – Tegal – Slawi – Bumiayu – Wangon – Banyumas – Gombong – Kebumen – Purworejo – Purwodadi – Bantul. Total perjalanan dari KM 25.635,1 lalu mengisi bahan bakar di Slawi pada KM 25.725,9 dan kembali isi ulang di Bantul pada KM 25.975,0. Berarti total perjalanan adalah 339,9 kilometer.

Dominasi kondisi jalan di rute ini adalah mulus menembus kota-kota kecil dengan kontur jalan yang naik turun. Ini merupakan jalur selatan yang baru pertama kali saya tempuh. Pada perjalanan ini saya tidak menggunakan alat GPS seperti yang sering dibawa oleh rekan-rekan komunitas motor. Saya hanya berpatokan pada peta yang sudah saya pelajari malam sebelumnya. Setelah itu tinggal papan penunjuk arah yang akan membimbing saya sepanjang perjalanan.

Tips lagi :

“Pastikan jika kita membawa peta kita sudah cukup waktu untuk mempelajari letak kota-kota selama perjalanan. Apakah posisi kota yang kita tuju sudah benar. Jangan sampai arah ke selatan tapi justru terbawa ke arah utara. Pastikan saat membaca papan penunjuk jalan kita sudah membayangkan gambaran pada peta bahwa arah yang kita tuju adalah benar.”

Kemacetan di jalur ini baru saya temui di daerah Gombong. Ini sebagai pengalihan yang tampaknya dialihkan keluar tanpa masuk Purwokerto. Cukup panjang tapi durasi perjalanan disini juga cukup menghibur suasana berkendara. Sepanjang jalan juga cukup teduh. Belum lagi kelokan-kelokannya.

Saya yang pada perjalanan ini memakai body armor lapis rompi HCST juga tidak merasa gerah. Akan beda rasanya jika body armor dilapisi lagi dengan jaket. Nanti bisa seperti sedang sauna. Jadi jika ingin menggunakan body armor cukup kenakan saja kaos tipis di dalam, tutup dengan body armor dan di luar lapisi dengan rompi biker yang banyak dijual di toko-toko aksesoris berkendara. Gunakan celana turing anti air dan sepatu booth hingga mata kaki. Semata-mata demi mengurangi efek cedera jika terjadi kecelakaan.

Sore hari akhirnya saya memasuki daerah Jogja tapi kali ini mencoba beberapa rute alternatif yang diarahkan pada beberapa penunjuk jalan. Saya tanggapi positif lalu berbelok menuju rute alternatif. Konyolnya hingga 80 an kilometer saya tidak menemukan pom bensin karena ternyata jalur ini menjauh dari jalur utama masuk ke pedesaan. Jalur ini menjauhi area ring road Jogja dan mengarah ke Jogja Selatan menuju tepi pantai. Saya awalnya cukup was-was karena indikator bensin menunjukkan tanda 2 bar yang artinya harus ada pemberhentian secepatnya jika ingin bermain aman di konsumsi bahan bakar.

Jalan bumpy di beberapa bagian tertutupi pemandangan pedesaan pinggiran Jogja. Arah ini justru ternyata berbuah manis. Setelah sekian puluh kilometer jelajah desa akhirnya saya menemukan penunjuk arah ke tiga pantai. Ada arah pantai Glagah dan pantai Trisik, satu lagi saya lupa. Adalah pantai Trisik di pinggir kota Bantul yang menjadi tujuan saya, tepatnya di kota kecil Brosot.

Alhamdulillah. Rute yang saya takutkan tidak mengarah ke jalan yang tepat justru masuk ke daerah tujuan. Saya sempat mengolah data peta apakah saya salah jalan. Tapi aroma pantai sepanjang desa meniadakan kecurigaan tadi dan terus saya melanjutkan perjalanan.

Akhirnya pada jam 5 sore saya berkumpul dengan keluarga untuk mulai ber Lebaran di Jogjakarta.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket


TENDA MUDIK HONDA

Salah satu penawaran tempat istirahat banyak tersedia di jalur mudik. Salah satunya Tenda Mudik Honda atau Bale Santai. Saya mampir di dua tempat Bale Honda masing-masing di daerah Gombong dan Banyumas. Di tempat pertama saya menyempatkan diri memberikan oli baru buat kendaraan saya, Honda CS1.

Tempat yang disediakan cukup lengkap sampai ke alat pemijat elektrik. Saya sempat minta pijat manual tapi justru para SPG nya yang berebut menawarkan jasa. Hasilnya saya lebih baik menggunakan pemijat elektrik. Belum lagi hidangan minuman yang bisa sedikit mengurangi dahaga selama perjalanan. Terima kasih Honda.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

End of Day Two..

Advertisements

About andryberlianto
Daily life a modern motorcycle traveler and a (motorcycle) safety consultant. Fell in love with Kulonprogo sampe ngaku-ngaku asal Jogja ... #proud #TamanSungaiMudal #KulonprogoYuk #JogjaIstimewa #progomoto #RifatDriveLabs

6 Responses to Cirebon – Jogjakarta

  1. Iksa says:

    Bro Andry,
    * Petanya pakai peta apa ya? apa pakai peta GPS atau semacam Google Maps –> direction dst..
    * Body armornya bagus, itu beli dimana ya?

    • andryberlianto says:

      pak Iksa ..
      peta manual aja kok, bonus peta lebaran yang dibagi gratis di jalan-jalan versi cybermap. plus bawa peta jawa-bali beli di gramedia ….

      gps menyusul :-p ….

      body armor 400 ribuan beli di baikerboi ( http://www.baikerboi.net/09_protector%20main%20page.htm)

  2. erik says:

    mas box yg kanan kirinya cakep tuh ,bikin dimana yak,ada merknya gak? thanks infonya

    http://www.facebook.com/profile.php?id=100000606096700&ref=mf#/eric.sierra?ref=profile

    • andryberlianto says:

      itu beli di baikerboi rawamangun, bukan box tapi side bag bro ..

  3. sapar says:

    Salam bikers brooo…..!!!
    Aku rencananya baru kali ini mau pulkam sama kuda besiku, emang sebelumnya aku touring paling jauh juga ke bandung / pel. Ratu. Tadinya aku ragu karna jakarta gombong begitu jauh namun setelah aku baca artikelmu aku jadi semangat nich hahahahaaaaaa….
    Trimk kawanku

  4. embo acon says:

    numpang komen bro..
    kalau ada yg pengen ambil trip cirebon-jogja dan tidak punya kepentingan untuk singgah di tegal dan purwokerto, mungkin bisa skip kedua kota tersebut. lumayan menghemat waktu perjalanan jg lhoo…
    cirebon-tanjung-kersana-larangan-margasari-tonjong-bumiayu-ajibarang-wangon-banyumas-kemranjen……. trus jogja..
    atau dari ajibarang-patikraja-banyumas-kemranjen——- trus jogja…
    lumahan kalo mo berhemat waktu… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: