Es Krim RAGUSA



( atas-Ragusa warna merah)

Es krim RAGUSA namanya. Ada di jl Veteran I no.10 Jakarta. Sebagaimana terpampang di dinding kedai nya, resto es krim ini sudah berdiri sejak 1932. Wah bahkan sudah berdiri sebelum tahun kemerdekaan bangsa ini. Berarti sudah ada masa gaul dan hiburan waktu itu ya. Hari Sabtu (1Aug 09), akhirnya meluncur juga ke tempat yang begitu dekat dengan Monas dan masjid Istiqlal. Letaknya berseberangan dengan masjid Istiqlal dan berada di bawah rel KA Gambir, berdampingan dengan berbagai macam toko lain di sepanjang Jl Veteran.

Hari itu kami memesan satu Spaghetti Ice Cream dan satu Banana Split Ice Cream. Masing-masing di kenai harga 27.000 rupiah. Cukup mahal memang tapi layak untuk sebuah es krim yang tersuguh di mangkuk oval warna putih. Warna-warninya memikat lidah ditambah tumpukan es krimnya yang memang benar-benar dalam porsi yang lebih. Es krim nya masih segar karena memang buatan saat itu juga dan tanpa bahan pengawet. Harus lekas di habiskan karena dalam waktu singkat es krim akan lumer.

Sebagai teman makan es krim kami menghadirkan satu piring sate ayam. Harganya 8000. Menu satu ini malah menambah kenyang. Maklum porsi es krim ternyata cukup banyak belum lagi yang Banana Splitnya. Pisang pasti membuat kenyang -atau eneg..hehehe-.

Nuansa jaman dulu memang sangat terasa di ruangan RAGUSA ini. Dekorasi dinding mempertahankan sejarahnya. Dan begitupun dengan meja-kursinya. Kursinya cukup sempit dan rendah. Tapi tidak mengurangi kelezatannya. Ruangan yang terbilang kecil dengan jumlah pengunjung yang keluar masuk mungkin perubahan besar ruang bisa jadi prioritas. Entahlah. Hanya manajemen Ragusa yang tau. Yang jelas es krim ini nikmat dan bisa menjadi titik target kuliner para penggemar es krim.

Sekilas Ragusa
====================
( SUMBER )
Nama “Ragusa” berasal dari dua orang berkebangsaan Italia yang datang ke Indonesia pada tahun 1930-an, saat itu Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa datang ke Indonesia hanya untuk belajar jahit menjahit di Jakarta Pusat. Setelah lulus mereka lalu pergi ke Bandung dan bertemu dengan wanita berkebangsaan Eropa yang memiliki peternakan sapi. Melihat produksi susu sapi yang sangat banyak pada saat itu, Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa pun punya ide agar susu sapi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Lalu munculah ide untuk mejadikannya sebagai bahan utama pembuatan es krim. Bukannya menjadi penjahit, dua bersaudara Italia tersebut malah tertarik membuat es krim. Ternyata es krim buatan mereka disukai dan laku dijual.
====================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s