Hormat untuk Polantas ..


Kamis, 23 Juli 2009, di perempatan lampu merah Halim menuju ruas Kalimalang. Ada trik menarik yang dilakukan para Polantas (Polisi Lalu Lintas) yang sedang bertugas. Pada kisaran jam 6 sore seperti biasa ruas ini memang terlihat sangat padat. Semua ‘commuter’ bergerak pulang menuju tempat tinggalnya masing-masing. Lampu berwarna merah dan antrian kendaraan pun terlihat mengular. Lampu berubah hijau dan tetap barisan tidak bergerak karena di arus lawan para Polantas tetap memerintahkan untuk terus jalan menerobos lampu merah. Ada apa ?

Tidak ada apa-apa, hanya trik Polantas saja untuk mengurai kemacetan. Sahut-sahutan klakson tidak terelakkan. Cukup aneh melihat tabiat pengendara di negri ini. Saat lampu berwarna merah mereka kebanyakan tetap merebut jalan menyiksa lawan dari arah lain. Ketika lampu berwarna hijau apalagi, semua berebut bergerak maju. Kasus di jalur Halim tadi hanya meminta beberapa menit saja bagi para pengendara untuk tetap sabar. Tapi faktanya mereka saling membunyikan klakson minta jalan karena lampu sudah hijau, sementara Polantas tetap mengayunkan tongkat merahnya tanda instruksi untuk tetap berhenti. Benar-benar sebuah perilaku yang jelas-jelas tidak menghormati Polantas yang sedang bertugas. Terdengar nada-nada kesal keluar dari mulut helm tanda mereka minta jalan. Sepertinya sulit sekali memberikan apresiasi tinggi ke petugas, tapi dengan mudahnya mencemooh seolah mereka yang paling mengerti mengurai kemacetan.

Bicara klakson, media ini lebih sebagai pemberi kode keberadaan kita di antara pengendara lain. Bukan untuk mengusir kendaraan di depan, bukan untuk meminta jalan, bukan untuk bergaya-gaya minta di hormati dan bukan sebagai media bentak-bentak. Tapi di Indonesia justru seperti itulah fungsinya. Semakin sering membunyikan klakson itu tanda bahwa semakin arogan lah klita sebagai pengendara.

Kembali ke topik awal. Trik menghentikan arus tadi dengan mempertahankan lampu hijau sebagai lampu merah ternyata membawa sebuah berkah. Lepas dua kali merah iring-iringan pengendara yang tak mengenal terima kasih pun bergerak. Ajaib. Jalur bergerak mulus di ruas Kalimalang yang terkenal dengan kemacetannya. Bahkan sampai ruas Caman Kalimalang pun roda masih berputar tanpa putus. Ini tanda bahwa usaha Polantas di seputar Halim tadi berbuah manis bukan ? Sayang trik tadi dianggap angin lalu oleh pengguna jalan, terhapus oleh suara bising klakson tanda tak sabar yang berteriak di ruas Halim.

Kira-kira sampai kapan kita mau menghargai mereka yang bertugas ? Kita lebih diam di tempat dan biarkan mereka bertugas ketimbang ramai meminta hak jalan. Mereka lebih tau mengantisipasi keadaan dan keruwetan di jalan raya. Mungkin di suatu saat mereka gagal tapi ketika berhasil membuat kita nyaman kita wajib memberikan penghormatan.

One thought on “Hormat untuk Polantas ..

  1. memang masyarakat umum ada kalanya tidak mengerti apa yang diperbuat oleh polantas demi mengurai benang kusut kemacetan.thanks bro atas topik kali ini. saia jadi bisa melihat dari sudut pandang lain mengenai seorang polantas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s