Rudal itu bernama Cristiano Ronaldo


Semifinal II Liga Champion di Emirates Stadium menyisakan Manchester United sebagai jawara setelah menaklukan Arsenal dengan skor agregat meyakinkan 4-1, setelah malam tadi menang 3-1 atas tim asuhan Arsene Wenger. Simak status FB yang saya tulis pagi dini hari tadi : “Arsenal hancur lebur. Rudal itu bernama Cristiano Ronaldo. Benteng itu bernama Rio-Nemanja-John-Patrice:. Ini hasil yang bisa dibanggakan apalagi pencapaian ini mematahkan rekor tak terkalahkan Arsenal di Emirates dari MU sejak stadion ini berdiri. Belum lagi fakta mempertahankan dominasi MU di atas tim Ingggris lain dimana MU menjadi satu-satunya tim Inggris yang tidak pernah kalah dari tim Inggris lain di arena Liga Champion.

Rudal ? Yup. Lihat sepakan terarah Ronaldo dari tendangan bebas di babak I sampe menyelesaikan umpan Rooney secara matang di babak II. Gol pertama MU sendiri hadir dari pemain kebanggaan Asia, Ji Sung Park. Hasil ini langsung mengantar MU melaju ke babak utama final Liga Champion sembari menunggu pemenang antara Chelsea dan Barcelona. Jika mau sedikit berharap saya menginginkan Barca yang tampil di final. Kenapa ? Ini Liga Champion, bukan Liga Inggris. Sudah sepatutnya bila laga final ini tidak usah mempertemukan tim Inggris dan tim Inggris lainnya.

Selain dominasi Ronaldo jangan lupakan benteng MU didepan Van der Sar yaitu O’Shea – Ferdinand – Vidic – Evra yang sukses menahan laju Adebayor dkk. Misi terselesaikan dengan kembali melaju ke final seperti tahun lalu. Semoga kekuatan dan determinasi tetap bertahan untuk menaruh sejarah baru yaitu menambah jumlah tim yang sukses mempertahankan gelar back to back Liga Champion. Rudal itu siap ditembakkan lagi.

Oiya ada satu kutipan menarik dari Wenger soal kepemimpinan wasit asal Italia tadi malam, katanya begini seperti di lansir dari Detik, “Wasit meniup peluit tanda pelanggaran berulang kali. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di Liga Premier. Jadi saya pikir, ini merupakan alasan mengapa klub-klub Italia tidak se-kompetitif kami,” sindir Wenger kepada Rossetti yang berasal dari Italia itu. “Di Italia, hal-hal kecil saja sudah dianggap pelanggaran, sesuatu yang tidak terjadi di kompetisi Inggris,” tutupnya. Ya, saya setuju dengan rival Sir Alex ini … pantas saja tidak ada serunya menonton Liga Italia, terlalu sering terdengar bunyi peluit. Maaf ya ini hanya soal selera.

sumber gambar : UEFA.COM

Advertisements

About this entry