Kelar liat ‘Taping’ Extravaganza


Apa ekpektasi anda saat diundang atau diberi tiket gratis atau apapun itu untuk menghadiri sebuah acara live maupun taping di sebuah stasiun televisi ? Berharap terhibur lepas dari penat, banyak teman baru, jadi ajang kumpul atau justru berharap merchandise barangkali saja ada lemparan-lemparan tak terduga ragam merchandise. Di sela-sela itu apalagi yang diharapkan ? Konsumsikah ?. Untuk kesekian kali gue mampir ke TransTV dan kali ini berkesempatan melihat dari dekat bintang-bintang Extravaganza. Kelar (dulu) Empat Mata dan Akhrinya Datang Juga kini seri humor ini mampir ke agenda pulang kantor. Datang bersama 5 orang teman lain ke studio 1 TransTV di Mampang. Agenda yang sedianya dijadwalkan masuk jam 7 akhirnya sukses molor, no problem karena jadwal apapun di negri ini sudah biasa molor.

Intinya sebenarnya cuma ingin mengkritisi aja kalo acara ini sebenarnya tidak lucu-lucu amat karena latar belakang para pemainnya yang bukan dari komedi, terkadang slapstick, terkadang pasang muka aneh tapi lumayan masih bisa menyempilkan joke singkat yang (syukurnya) lucu. Dari 10 sesi gue hanya ngelarin sekitar 4-5 sesi termasuk pengambilan lagu Ello yang sampai berjalan 2x. Overall sih sebenarnya acara ini bisa dibilang okelah bagus. Tapi jika pemirsa hadir langsung di tempat syuting rasa-rasanya ekspektasi akan berbeda dengan kenyataan. Gue dari kacamata pribadi melihat para pemeran Extravaganza ini ’emoh’ terlibat interaksi dengan penonton. Kalaupun berinteraksi terkesan ala kadarnya. Kasian penonton diminta tertawa tidak jelas, bertepuk tangan tanpa harus ada yang diberikan aplaus sampai harus kering tanpa diberikan minuman ala kadarnya. Pemeran terlihat asik sendiri di panggung, ngobrol, colak-colek genit sampai Verni (atau Ferni Ismail) dan Ronald yang sempat ada di bibir panggung pun tidak terlihat menoleh menawarkan interaksi. Indra yang sempat duduk di bangku penonton pun asik dengan script dan menggoda pemeran lain di atas panggung.

So jadi agak sedikit berbeda sekarang nih pandangannya karena interaksi antara fans dan artis tidak terumbar disini. Entah memang sibuk di set atau memang tidak ada kewajiban memberikan hiburan plus-plus pada mereka yang datang. Karena jika dilihat penonton itu banyak yang datang dari daerah yang jauh seperti Malang. So mungkin TransTV dan kru Extravaganza mau sedikit berkorban memberikan jamuan pada penonton mulai dari sedikit konsumsi dan interaksi antara penghibur dan yang dihibur. Durasi pun jika taping jauh akan molor dan lebih baik memilih acara LIVE yang jelas masa putar syutingnya. Scale 1 to 10 kepuasan menjadi penonton ? 5 !

3 thoughts on “Kelar liat ‘Taping’ Extravaganza

  1. kalo sekarang kayaknya udah turun pamor deh si ekstra vaganza…rada kasar kalo di pikir-pikir becandaannya…bwt pertamax kah..??

  2. yup. kadang penonton juga butuh “perhatian” dari para aktor/aktris, tidak susah kan menyapa kita kalo mmg bekerja untuk orang banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s