Ride.2.Bandung


Tidak mudah mendapatkan waktu untuk melakukan perjalanan panjang. Habisnya waktu oleh pekerjaan, perijinan keluarga hingga terbatasnya dana perjalanan membuat kita terpaksa berpikir dua kali. Melihat satu edisi KICK ANDY minggu siang (re-run) tentang para adventurer benar-benar menjadi sedikit ilmu yang harus cepat ditarik, pengalaman mereka yang fantastis, dokumentasi luar biasa hingga cerita di balik suka dan duka. Mas Paimo dengan sepeda-nya, Mas Herman Wenas ( http://www.mb-gen.org ) dengan usaha berjalan kakinya, Kang Fazham dengan perahu layar hingga Kang JJ dengan sepeda motor nya, contoh sebagian orang yang mampu menuai hasil mimpi selama mereka masih hidup. Meski dalam skala yang jauh lebih kecil, usaha melakukan ragam perjalanan coba dimaksimalkan meski masih banyak berbenturan dengan waktu.

Kelar ride.trip ke Ujung Genteng begitu banyak agenda yang muncul sebagai wacana. Ciwidey, Garut, hingga Green Canyon Pangandaran benar-benar jadi impian yang harus diusahakan menjadi nyata. Perjalanan terakhir yang dilakukan adalah sekedar pulang pergi Bekasi – Bandung 31 Januari 2009. Total hanya 329,5 km PP. Berangkat di KM awal 11.486,6 dan berhenti di titik terakhir garasi rumah dengan KM 11.816,1.

Entah bagaimana selalu saja terasa aneh ketika harus berhenti menunggangi motor untuk sekian waktu. Tak cukup libur satu dua hari rasanya ingin cepat kembali naik ke atas motor. Kadar maniak ke motor memang tidak sampai taraf tinggi seperti mereka yang memperlakukan motor sebagai bagian dari hidup dan hobi. Sepeda motor disini hanyalah sebagai media pelampiasan rasa kecewa terhadap sisi-sisi dunia yang kadang sulit dijelaskan. Melepaskan diri dan berkendara.

Rute keberangkatan menggunakan jalur Jonggol yang menyisakan pesentase kerusakan jalan hingga 20 %, masuk Ciranjang dan menuju Bandung melalui jalur utama. Berbeda dengan keberangkatan maka kepulangan menggunakan jalur sibuk Puncak dan Bogor hingga menuju Jl Raya Bogor menuju Jakarta dan Bekasi. Jalur Jonggol terhitung berbahaya saat malam.

Menikmati kabut tebal di Puncak benar-benar mengasyikkan. Satu stel jaket Contin baru berbalut jas hujan dan rompi di dalam tidak membuat gentar badan menjadi kedinginan. Glove yang dipakai juga mampu mengurangi gesekan angin dingin pada stang. Terlihat banyak kendaraan dalam kecepatan rendah karena keterbatasan pandangan. Sukses lepas kabut dan terus menuruni bukit menuju kota Bogor yang selalu ramai.

Yah itulah sedikit pemanasan jika memang niatan membawa sepeda motor ke kota Purwokerto, Solo dan Jogja menjadi kenyataan di periode Februari s.d Maret, bersamaan dengan rencana agenda roadshow bersama perusahaan. Let’s Ride !

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s