Pilih Lihat Lampu LaLin atau Luna Maya ?


Seolah tidak cukup menayangkan iklan di media televisi, salah satu operator kartu seluler secara ‘cerdas’ meletakkan papan reklame besar di tengah jalan raya yang padat. Entah definisi ‘cerdas’ disini harus diartikan secara asli atau kiasan. Papan reklame ini terbentang megah di salah satu perempatan di daerah Kalimalang Bekasi. ‘Cerdas’-nya lagi papan reklame tersebut mampu mengalahkan keberadaan lampu pengatur lalu lintas yang notabene seharusnya mendapatkan hak yang lebih istimewa. Setelah gagal menggantikan sosok Luna Maya dengan hewan primata, sosok cantik ini kembali hadir dan kali ini mengganggu para pengendara yang melintas di jalur Kalimalang. Bagaimana tidak mengganggu jika mata pengendara yang seharusnya menatap fokus ke lampu lalu lintas kini harus terpecah dengan warna biru terang pada papan reklame yang terpasang.

Salah siapa ?
Pemasang iklan, penyedia jasa advertising atau Pemda setempat ?
Bukan hanya satu ini saja yang terbilang besar dan mengganggu, tapi di jalur lain kerap ditemukan iklan-iklan produk yang sebenarnya juga mengganggu para pengguna jalan. Coba simak PP berikut :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 34 TAHUN 2006
TENTANG
JALAN

Pasal 52
Ayat (1)
Izin pemanfaatan ruang milik jalan dapat diberikan sepanjang tidak mengganggu fungsi jalan antara lain untuk:
a. pemasangan papan iklan, hiasan, gapura, dan benda-benda sejenis yang bersifat sementara;
b. pembuatan bangunan-bangunan sementara untuk kepentingan umum yang mudah dibongkar setelah fungsinya selesai seperti gardu jaga dan kantor sementara lapangan;
c. penanaman pohon-pohon dalam rangka penghijauan, keindahan ataupun keteduhan lingkungan yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan
d. penempatan bangunan dan instalasi utilitas seperti tiang telepon, tiang listrik, kabel telepon, kabel listrik, pipa air minum, pipa gas, pipa limbah dan lainnya yang bersifat melayani kepentingan umum.

Poin detil hanya bisa ditemukan di poin A, dimana pemasangan papak reklame dapat tegak berdiri sejauh sudah memiliki izin. Sayang izin disini tidak mengambil poin izin masyarakat maupun pengguna jalan. Situasi dilematis dimana ada yang diuntungkan tapi tak kurang banyak pula yang dirugikan. Penempatannya akan elegan jika sesuai koridor nilai estetika yang baik. Tapi jika sampai menutupi fungsi lampu lalu lintas, ini jelas-jelas pengabaian sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan raya. Jangan sampai penempatan yang terkesan memaksa ini lalu bisa berakibat menurunkan daya jual operator kartu seluler yang diakrabi sosok primata dan Luna Maya ini.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s