Ride Report : Ujung Genteng Day Three


Bangun pagi ! Estimasi keberangkatan paling telat jam 9 pagi plus misi menurunkan para lady backpacker di terminal Surade. KHCC-ers yang di malam pertama tidur larut malam justru sekarang berebut waktu tidur, hasilnya justru pada jam 4 dini hari sudah membuka mata. Semua persiapan berkendara untuk pulang ramai-ramai di persiapkan.

Scruud singkat lalu bergegas mandi, sarapan, menunggu lady backpacker dan rombongan siap pergi. Kali ini metode grouping sedikit berbeda dari keberangkatan. Tim terbagi 3, tim klotur satu (Anto-Andry-DJ-Andika-Verdian-Bodats-No Q), lalu muncul tim penghubung Ozqy dan Tria .. *nah ini orang doyan jalan kenceng nih, layak disuruh bolak-balik*, lalu tim klotur satu adalah sisa dari peserta yang ada. Barisan cukup ramping dan koordinasi terbilang cukup baik.

Cukup baik pun tidak menjamin barisan rapat, vorijder yang terlalu kencang pun harus rela barisannya terpecah. Sadar diri membawa beban lebih banyak saya tidak terlalu berani bermanuver, sedikit miring saja daya gravitasi side box akan menekan ke bawah secara cepat jika tidak buru-buru kendaraan ditegakkan lagi. Jika di lintasan kering ini masih bisa cepat dikendalikan seperti pada saat rute berangkat, kondisi beda berlaku saat basah, antara tidak PD dengan kualitas ban sampe ke khawatiran beban berat jatuh lebih cepat.

Mau nya sih berusaha tidak tertinggal, malah justru melalui rute yang keliru. Pertigaan bertuliskan Sukabumi – Pelabuhan Ratu justru ‘missed’. Seharusnya arah yang diambil adalah kiri dan bukan lurus, hasilnya adalah tersesat. Tak kurang 4 rider menempuh rute yang salah, konyolnya jika dijumlahkan KM total menjadi 32 km. Cukup jauh. Setelah berbalik di rute yang benar plus bergabung di tim kedua kabar lain justru menyebutkan bahwa bro DJ sempat jatuh. Sedikit beda dari case jatuhnya bro Igu, bro DJ sepertinya hendak menghindari geliat tanah tapi justru terpeleset keluar jalur dan motor terpelanting ke depan. Box samping mepet ke dalam ditambah pedal rem yang juga bengkok ke dalam.

Akhirnya semua bisa kembali berkumpul di Pelabuhan Ratu. Makan siang cukup nikmat plus sholat sebelum kembali meneruskan perjalanan kembali ke Jakarta. Isi bensin di Pelabuhan Ratu dengan konsumsi Premium di angka KM 9765.7 dan berhenti lagi di POM Cikidang dengan angka 9804.7. Tidak refuel tapi menunggu hingga nanti di Bogor. Di sini bro Anto memisahkan diri karena ada agenda lain. Terimakasih atas jasa mimpin grup nya meski sempat missed dan kehilangan buntut rombongan. Sebelum berhenti di POM Cikidang terjadi sedikit pengabaian bahaya dimana hawa kantuk menyiksa beberapa pengendara. Herannya arah berkendara tak cukup waktu untuk meminta jeda waktu istirahat. Gaya alternatif sejadi-jadinya dibuat untuk menahan kantuk, berteriak kencang sampai bernyanyi-nyanyi. Grup satu terbebani kantuk teramat berat sampai kami dikagetkan grup dua yang ternyata juga sama kantuknya. Pergerakan motor bro One sanggup menepuk kantuk yang sudah sepersekian detik terpejam. Bahaya ! Beruntung ternyata POM Cikidang sudah di depan mata, bersikap super awas dan akhirnya berhenti beristirahat lebih dari setengah jam.

Pernah dengar istilah ’15 minutes powerful nap’ ? Sebuah metode istirahat persis 15 menit tanpa diganggu sesuatu apapun. Konon dalam rentang waktu singkat tersebut badan dapat di recharge layaknya badan tidur lebih dari satu jam. Siasati dengan benar-benar terpejam, tidur dan tanpa diganggu apapun. Rebahkan badan dan lakukan se rileks mungkin. Secara tak sadar mungkin banyak yang pernah sedang istirahat siang barang sejenak lalu mendengar dering telpon, badan terangkat bangun dan tanpa sadar kita sulit untuk tidur lagi. Di situlah efek ’15 minutes powerful nap’ bekerja.

Akhir cerita kami kembali berangkat pergi menuju Bogor dan ditemani sumpeknya lalu lintas menuju Bogor. Rute rombongan menjadi tak terkendali dan terpecah beberapa bagian. Beruntung para penyapu jalan masih aktif bergerak melihat rekan-rekan lain yang ber potensi tertinggal. Masuk Bogor sempat terjadi saling cari sampai akhirnya berkumpul kembali di salah satu POM besar di rute kepulangan. Tak banyak kata karena sudah lelah, rombongan berpisah menurut daerah masing-masing. Saya menuju KSU dan melintasi Pd Gede untuk makan malam bersama bro DJ Gippi, bro Henry, bro Dagienk, dan bro Alex.

Kenyang rombongan pemakan malam pun bubar jalan. KM akhir di Bekasi sampai lupa tercatat. Kelar sudah perjalanan dan tinggal saya me review perjalanan jauh di atas sebuah Honda City Sport One.

(HABIS)

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s