Di Seminar AISI dan FAMI 2008


“Usaha Menurunkan Tingkat Kecelakaan Sepeda Motor di Jalan Raya”, begitu tajuk seminar satu hari yang digelar di Ruang Merak, Jakarta Convention Center pada 11 Desember 2008 bersamaan dengan event tahunan Jakarta Motorcycle Show 6 – 14 Desember 2008. Turut hadir berbagai pihak yang bersentuhan langsung dengan kampanye keselamatan jalan raya seperti wakil-wakil dari Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia, Departemen Perhubungan, Ditlantas Polda Metro Jaya hingga pemerhati masalah Road Safety dari Jepang dan praktisi Studi Transportasi. Tak tertinggal sebagai peserta seminar hadir perwakilan dari klub/komunitas sepeda motor, staf ATPM hingga jurnalis dari berbagai macam media. Semua memiliki keinginan yang sama yaitu mengedepankan perilaku aman berkendara demi menghindari sebuah kecelakaan.

Sepeda motor saat ini sudah menjadi pilihan banyak masyarakat sebagai moda transportasi alternatif, semisal sebagai transportasi dari dan ke tempat kerja, mengangkut barang hingga sebagai sarana rekreasi. Ini yang menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor 3 terbesar di dunia setelah Cina dan India. Angka besar ini muncul paralel akibat buruknya sistem transportasi massal dan masyarakat lebih memilih memiliki sepeda motor. Berbagi tanggapan, kritik dan saran membuat seminar berjalan aktif. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor terjadinya kecelakaan lebih kepada faktor SHEL (Software-Hardware-Environment-Liveware) atau mungkin lebih mudah dibahasakan menjadi 3 faktor yaitu Manusia, Lingkungan dan Kendaraan. Sementara di sisi lain dituntut ketegasan dan konsisten penegakan hukum terhadap regulasi yang ada karena dampaknya secara tidak langsung bisa menekan angka kecelakaan.

Di sela materi presentasi, salah satu pembicara yang datang dari Ditlantas Mabes Polri, Bpk Subono sempat berkelakar bahwa ada saja celah pengguna kendaraan demi menghindari hukuman atas sebuah pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Dikisahkan demi menghindari rambu larangan masuk, si pengendara memilih menggerak mundurkan kendaraan, dan ketika didatangi petugas si pengendara berkilah bahwa dia tidak masuk melainkan hanya memundurkan saja. Pintar ya. Pekerjaan rumah besar tengah berada di meja para produsen motor, pemerhati masalah sosial, praktisi keselamatan jalan dan pihak-pihak terkait lain sembari menunggu fakta bahwa di akhir tahun angka penjualan roda dua sudah akan menjadi jumlah 6 juta unit sepeda motor. Kita sebagai konsumen harus pintar-pintar menjaga angka kecelakaan agar tidak semakin tinggi. Utamakan perilaku aman berkendara, peduli keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s