Safety Riding for Family


Secara tidak sadar kadang orang tua tidak lagi peduli dengan aspek keselamatan ketika mereka berangkat dari rumah menuju tempat kerja. Yang terpikir mungkin hanyalah bagaimana menyiasati padatnya rute lalu lintas dari rumah ke kantor atau memikirkan cara bagaimana menghindari masalah jika bertemu dengan atasan. Rantai keselamatan tentunya tidak boleh hilang jika kita menganut keinginan untuk bisa berangkat dengan selamat pulang pun demikian.

Pernahkah untuk lebih memperhatikan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga dalam hubungannya menempatkan perilaku tertib dan aman berkendara dalam setiap perjalanan yang dilakukan. Simulasikan berbagai kemungkinan yang dapat saja terjadi saat melakukan perjalanan, perilaku negatif saat berkendara bisa saja menjadi faktor penghadang para orang tua untuk bisa selamat kembali ke pelukan keluarga.

• Jika kita tidak tertib melihat peraturan saat berada di lampu merah, bisa saja nanti akan ada persinggungan yang kerap berakhir adu argumen atau bahkan kecelakaan, keluarga di rumah akan rugi besar,
• Jika kita memilih berkendara di trotoar, dengan alasan agar cepat sebagai pembenaran, sewaktu-waktu pengguna jalan lain pun akan terganggu dan terjadi adu argumen, keluarga di rumah akan rugi besar,
• Jika kita memilih mengacuhkan pemakaian helm standar lalu pada waktunya kita terjatuh dan terluka, keluarga di rumah akan rugi besar.

Masih banyak kemungkinan lain yang berpotensi mengacaukan keinginan para orang tua untuk bisa pergi dan pulang dengan selamat. Tidak ada lagi unsur tanggung jawab terhadap keluarga jika sampai lalai menyematkan perilaku aman berkendara. Anggota keluarga jelas-jelas membutuhkan para orang tua untuk bisa pergi dan kembali dengan selamat. Jangan putus rantai ekonomi keluarga hanya dengan mengabaikan keselamatan saat berkendara. (abee)

Advertisements

About this entry