DAY THREE <> Wisata Candi Gedong Songo


(30/9) Lama tidak mengunjungi objek wisata yang satu ini, Candi Gedong Songo menjadi salah satu target perjalanan saat liburan di Ambarawa. Lokasi nya terbilang rada sulit ditemui buat yang pertama kali datang kesini karena petunjuk arah yang tersedia hanyalah ke arah Bandungan. Jika datang dari arah Bawen memasuki pasar Ambarawa cermati posisi Bank BCA di sisi kiri jalan, arah ke Bandungan ada di seberangnya (sisi kanan), jalan ini memandu arah ke lokasi wisata Bandungan dan Candi Gedong Songo. Kelokan dan tanjakan tajam kerap ditemui jadi jangan salah memakai gigi kendaraan ketimbang menjadi lemah saat naik yang membuat mesin meraung tinggi. Buat yang tidak siap dengan bahan bakar, satu POM bensin resmi ada di pertigaan menuju Candi Gedong Songo, tetap Premium menjadi konsumsi utama yang disediakan. Dari POM tersebut ini posisi Candi naik sekitar 3 KM, tanjakan makin curam sementara hawa dingin yang dulu sudah bisa dirasakan sejak siang kini berubah lebih panas, isu pemanasan global ? tidak tau juga.

Setelah parkir dan menitipkan sepatu boots dan helm, akhirnya tiket seharga 6000 rupiah pun dibeli dan naik berjalan kaki masuk ke pelataran candi. Masih coba mengingat pengalaman pertama kali saat kesini tapi justru tidak teringat apa-apa selain makanan sate kelinci yang dulu sempat dicoba. Hari itu pengunjung termasuk sedikit, karena memang belum masuk hari raya sementara pedagang makanan memilih tutup karena masih adanya ibadah puasa. Segelintir pengunjung coba memaksimalkan sepinya rute jalan. Penasaran ingin sampai di puncak candi, ga perlu pikir panjang akhirnya naik kuda juga. Jalan naik turun berbatu seolah ingin memangkas jalan akhirnya kesampaian juga di candi ke-9, candi yang terhitung paling tinggi. Dari ketinggian inilah pemandangan perbukitan dapat di lihat dengan jelas apalagi saat itu cuaca tengah terang.

Rute balik ke bawah melintasi pemandian air panas belerang dan beberapa candi lain sepanjang jalan turun. Kios-kios masih tampak belum menunjukkan kegiatan, menurut si empunya kuda betina Anjani, si bapak memberi info bahwa biasanya baru hari ke 2 Lebaran dan seterusnya wisata candi ini akan tampak sibuk oleh pengunjung. Secara umum semua pemandangan tampil menakjubkan, hanya angin dingin yang ternyata tidak sedingin dulu ditambah coret-coretan pengunjung yang memadati bangunan pos-pos candi. Kotor. Harusnya pihak candi langsung menindak pelaku dan menghukumnya untuk menyapu pelataran candi selama 6 hari berturut-turut. Informasi detil pengetahuan soal candi bisa langsung googling menggunakan kata sandi ” Candi Gedong Songo”. Di tulisan ini sih hanya sekedar serapan pengalaman saja mengenai indah tidaknya candi.

Kelar wisata seorang diri … *kasian ya*, akhirnya turun dari tempat wisata, mesin seolah tak perlu di nyalakan karena jalur turun terhitung ada yang curam adan yang landai yang membuat roda tetap berputar tanpa harus berhenti dan menggerung mesin. Puas karena sudah mencicipi rute naik turun candi dengan motor plus menunggang kuda dengan tarif 50ribu hingga ke puncak candi di atas bukit.

Advertisements

About this entry