DAY TWO <> CIREBON – AMBARAWA


Bangun Subuh, dan mendapatkan sarapan gulai, maklum lagi-lagi tidak puasa benar-benar jadi bekal istimewa perjalanan hari ke 2 menuju Ambarawa. Setelah dikawal menuju jalur utama Cirebon akhirnya kami berpisah di rute masing-masing. Menuju perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah situasi jalan sama padatnya seperti jalur Pamanukan kemarin, adanya pasar tumpah, POM bensin, menumpuknya kendaraan, badan jalan yang kecil membuat situasi semakin membuat gerah perjalanan. Semua kendala keruwetan baru perlahan usai setelah melintasi Brebes menuju Tegal. Jalanan aspal di rute menuju Tegal terbilang kurang mulus karena banyaknya efek bumpy yang membuat motor kerap oleng jika ingin bermain di kecepatan tinggi. Baiknya memang di lintasi siang hari ketimbang malam dimana potensi jalan yang tidak mulus bisa luput dari perhatian.

Akhirnya dengan lega kendaraan memasuki kota Tegal, kota yang lama tidak dikunjungi sejak wafatnya kakek-nenek yang tinggal disini. Melalui daerah pinggiran Tegal menuju Pemalang lalu lintas ramai lancar dan terbantu oleh kondisi jalan mulus menyusuri sisi utara pantai Jawa. Mulus, lebar 4 lajur dan lancar menjadi santapan tersendiri di jalur ini, terus menuju daerah Pekalongan hingga Batang. Naik turun membelah bukit di kota kecil Batang benar-benar nikmat, dan sekali lagi harus tetap waspada apalagi jika bis besar yang angin dan klaksonnya mengagetkan. Di Batang ini akhirnya menyempatkan diri break di tengah jalur perbukitan menyantap mie rebus dan air es kelapa segar plus ibadah siang dan mengistirahatkan kaki.

Ketersediaan bahan bakar Pertamax juga sama langkanya seperti perjalanan di hari pertama jadi memang terpaksa harus gonta-ganti jenis dari Premium hingga Pertamax. Tapi ini bukan jadi masalah besar karena masalah ini tertutupi dengan nikmatnya perjalanan. Belum mengenal jalan tidak berarti harus tersasar karena petunjuk arah jalan benar-benar banyak tersedia mengarahkan setiap kendaraan yang hendak menuju Semarang, Solo atau Jogja.

Setelah membelah kota Semarang, rute Ungaran – Bawen – Salatiga pun terlampaui dan menuju Ambarawa, sengaja mengambil jalur Salatiga meski terhitung jarak nya lebih jauh karena ingin saja melihat suasana pinggir kota Salatiga menuju Ambarawa. Jarak Bawen ke Ambarawa menuju desa kecil Kayumas sebenarnya bisa dipangkas dengan menempuh rute dalam kota Ambarawa melewati museum Kereta Api Kuno, tapi ya itu tadi keinginan melewati Salatiga menyingkirkan niat memangkas jalan via Ambarawa.

Berangkat dari Cirebon kurang lebih jam 6 pagi dan tiba di Ambarawa sekitar pukul 3 sore yang berarti total waktu tempuh kurang lebih 9 jam. Menyenangkan tiba di tujuan.

(BERSAMBUNG … )

Posted in Uncategorized.

2 thoughts on “DAY TWO <> CIREBON – AMBARAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s